Media Kampung – Giannis Konstantelias, gelandang asal Yunani yang baru saja bergabung dengan Borussia Dortmund, dipastikan akan absen selama beberapa bulan akibat cedera serius pada ligamen lututnya. Cedera ini didiagnosis sebagai robekan ligamen anterior cruciate (ACL) pada lutut kiri setelah pertandingan Bundesliga melawan Hamburger SV.

Konstantelias mengalami cedera tersebut hanya sehari setelah debut Bundesliga-nya bersama Dortmund. Dalam pertandingan tersebut, ia sempat mencetak gol kedua yang membawa Dortmund unggul 2-0 sebelum akhirnya harus ditarik keluar karena cedera akibat benturan dengan pemain lawan. Pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi bahwa cedera itu cukup parah, yang berarti pemain berusia 23 tahun ini harus menjalani masa pemulihan yang cukup panjang.

Baca juga:

Gelandang yang direkrut dari klub Yunani PAOK ini sebelumnya menunjukkan performa yang menjanjikan di beberapa pertandingan awal, termasuk mencetak gol dan memberikan assist di Liga Europa sebelum bergabung dengan Dortmund dengan kontrak hingga Juni 2031. Namun, cedera ini menjadi pukulan besar bagi klub yang mengandalkannya sebagai bagian dari skuad inti musim ini.

Klub Borussia Dortmund sendiri belum mengambil keputusan apakah akan mendatangkan pengganti sementara untuk Konstantelias selama masa pemulihannya. Cedera ACL merupakan salah satu cedera serius dalam dunia sepak bola yang biasanya memerlukan waktu pemulihan selama beberapa bulan hingga setahun, tergantung pada penanganan medis dan proses rehabilitasi.

Baca juga:

Musim ini, Borussia Dortmund memiliki harapan besar pada Konstantelias sebagai pemain muda berbakat yang mampu memberikan kontribusi signifikan. Cedera ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi klub dan pemain dalam menghadapi kompetisi Bundesliga dan turnamen lainnya.

Dengan absennya Konstantelias, Dortmund harus mencari strategi alternatif untuk menjaga performa tim tetap optimal. Sementara itu, fans dan pengamat sepak bola menantikan proses pemulihan sang gelandang dan berharap ia dapat kembali dengan kondisi lebih kuat di masa mendatang.

Baca juga: