Media Kampung – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum strategis untuk merumuskan respons umat Islam terhadap tantangan kebangsaan dan perkembangan dunia Islam yang semakin kompleks.
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini tidak lagi terbatas pada persoalan internal keagamaan, melainkan telah meluas ke berbagai sektor seperti teknologi, ekonomi, politik, lingkungan, dan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan agenda bersama yang mampu menjawab persoalan lintas sektor tersebut dan memperkuat kontribusi Islam bagi bangsa dan peradaban.
Persoalan Strategis yang Perlu Diperhatikan
Dody mengidentifikasi beberapa isu utama yang membutuhkan perhatian organisasi Islam di Indonesia:
- Polarisasi Sosial dan Politik Identitas
Perbedaan pilihan politik yang kerap terbawa ke ranah sosial dan keagamaan berpotensi menggerus ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Pengelolaan perbedaan melalui pendidikan kebangsaan, literasi politik, dan budaya dialog sangat diperlukan. Ulama dan tokoh agama diharapkan menjadi penyejuk dalam menghadapi kontestasi politik. - Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi digital dan AI membuka peluang besar bagi pendidikan dan dakwah, namun juga menimbulkan tantangan seperti disinformasi, ujaran kebencian, dan rendahnya literasi digital. Penguasaan teknologi harus dibarengi dengan akhlak agar teknologi menjadi sarana mencerdaskan umat. - Ketimpangan dan Kemandirian Ekonomi Umat
Jumlah umat Islam yang besar harus diikuti peningkatan kapasitas ekonomi. Umat perlu didorong menjadi produsen, pelaku usaha, dan inovator agar ekonomi umat naik kelas. Pendampingan UMKM, sertifikasi halal, digitalisasi usaha, dan jejaring perdagangan menjadi kunci penguatan ekonomi syariah. - Tantangan Pendidikan dan Kualitas Generasi Muda
Bonus demografi menjadi peluang dan tantangan. Generasi muda perlu dibekali tidak hanya ilmu agama, tapi juga sains, teknologi, keterampilan kerja, kewirausahaan, serta karakter yang kuat. Lembaga pendidikan Islam harus mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum secara seimbang. - Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim
Isu lingkungan menjadi tanggung jawab keagamaan. Organisasi Islam diharapkan mengembangkan gerakan masjid dan pesantren hijau, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi air, dan edukasi konsumsi berkelanjutan sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.
Harapan dari Muktamar NU ke-35
Muktamar NU diharapkan menghasilkan keputusan yang memperkuat persaudaraan sesama umat Islam dan menjaga persatuan Indonesia. Forum ini juga diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat kontribusi Islam dalam perdamaian dunia dan peradaban umat manusia.
Dody Taufiq Wijaya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap NU dan ormas Islam lainnya dalam membangun agenda bersama yang adaptif terhadap perubahan zaman dan berorientasi pada kemajuan umat secara menyeluruh.
Dengan fokus pada sinergi lintas sektor, penguatan nilai kebangsaan, dan integrasi antara ilmu agama serta pengetahuan modern, umat Islam di Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan peran dalam pembangunan nasional.














Tinggalkan Balasan