Media Kampung – Yayoi Kusama, seniman asal Jepang yang dikenal sebagai “Ratu Polkadot,” meninggal dunia pada usia 97 tahun pada 14 Agustus 2026. Meski telah tiada, karya-karya dan semangat kreatifnya tetap meninggalkan jejak yang mendalam dalam dunia seni kontemporer dan budaya populer global.

Kusama lahir di Matsumoto, Jepang, pada tahun 1929, dalam keluarga yang secara finansial mapan namun penuh tekanan emosional. Sejak kecil, ia mengalami trauma dan gangguan mental yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi karya-karyanya. Polkadot dan motif bunga yang menjadi ciri khasnya merupakan representasi dari upaya Kusama mengelola halusinasi dan gangguan persepsi yang dialaminya.

Baca juga:

Pada akhir 1950-an, Kusama pindah ke New York dan berpartisipasi aktif dalam gerakan seni avant-garde. Di sana, ia dikenal lewat karya “infinity nets” dan instalasi “Infinity Mirror Rooms” yang memikat banyak pecinta seni dunia. Meski mengalami masalah kesehatan mental yang serius, Kusama terus berkarya hingga akhirnya menetap di rumah sakit jiwa di Tokyo sejak 1977, di mana ia tetap produktif hingga akhir hayatnya.

Karya Kusama tidak hanya diakui di dunia seni rupa, tetapi juga merambah dunia mode melalui kolaborasi ikonik dengan brand Louis Vuitton sejak 2012. Kolaborasi ini mengangkat motif polkadot dan labu artistik khas Kusama ke ranah fesyen mewah, menjadikannya fenomena budaya yang menyatukan seni dan komersial.

Baca juga:

Selain instalasi dan lukisan, warisan Kusama juga mencakup berbagai pameran besar di museum-museum ternama di seluruh dunia, seperti Museum of Modern Art New York, Tate Modern London, dan Fondation Louis Vuitton Paris, serta menjadi inspirasi bagi generasi seniman masa kini.

Keberanian Kusama dalam menghadapi persoalan kesehatan mental dan menjadikannya sumber kreativitas menjadi pesan penting dalam sejarah seni modern. Ia membuktikan bahwa seni dapat menjadi bahasa, pelarian, dan alasan untuk bertahan hidup.

Baca juga:

Karya dan kisah hidup Yayoi Kusama akan terus dikenang sebagai simbol ketangguhan dan inovasi dalam seni, meninggalkan warisan yang tak lekang oleh waktu bagi dunia seni dan budaya global.