Media Kampung – Tiga band metal ekstrem asal Indonesia, Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit, tengah mengalami kendala dalam rangkaian tur mereka, Cataclysmic Summer Tour 2026, di Eropa. Beberapa agenda di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa dibatalkan akibat masalah yang muncul dengan promotor lokal, Diablo Productions.
Persoalan yang dihadapi meliputi kegagalan promotor memenuhi tanggung jawab terkait akomodasi, transportasi, dan penyediaan venue pertunjukan. Kondisi ini menyebabkan rombongan yang terdiri dari 16 personel dan kru sempat terlantar di Dublin, Irlandia, tanpa kepastian tempat menginap maupun kelanjutan tur.
Bantuan dari Diaspora Indonesia di Irlandia
<pDalam situasi sulit tersebut, bantuan datang dari seorang warga diaspora Indonesia di Irlandia, Ailsa Dempsey. Ia membuka rumahnya untuk menampung seluruh personel dan kru selama mereka berada di Irlandia. Selain itu, Ailsa menginisiasi penggalangan dana melalui platform GoFundMe untuk mendukung kelanjutan perjalanan mereka menuju Eindhoven, Belanda, tempat ketiga band dijadwalkan tampil pada 20 Agustus 2026.
Upaya Melanjutkan Tur di Eropa
Bassist Jasad, Yuli, menegaskan bahwa meskipun menghadapi hambatan di Irlandia dan Inggris, tur tetap berlanjut hingga 5 September 2026. Ketiga band tersebut akan melanjutkan pertunjukan di negara-negara Eropa lainnya dengan menggunakan jasa promotor berbeda, sehingga tidak semua jadwal terpengaruh oleh masalah yang terjadi di dua negara awal tersebut.
Setelah Belanda, rangkaian tur akan berlanjut ke Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss. Fokus utama saat ini adalah memastikan perjalanan menuju Eindhoven berjalan lancar agar pertunjukan dapat berlangsung sesuai rencana.
Signifikansi Tur dan Dukungan Komunitas
Cataclysmic Summer Tour 2026 merupakan kesempatan penting bagi Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit untuk memperluas jangkauan musik ekstrem Indonesia di panggung internasional. Dukungan dari diaspora dan komunitas lokal menjadi penopang vital ketika menghadapi tantangan di luar negeri.
Situasi ini juga menyoroti pentingnya koordinasi dan tanggung jawab promotor dalam penyelenggaraan tur internasional agar tidak menghambat perjalanan dan performa musisi.
Meski mengalami rintangan, ketiga band tetap menunjukkan komitmen kuat untuk melanjutkan tur dan memberikan pertunjukan terbaik bagi penggemar di Eropa.














Tinggalkan Balasan