Media Kampung – Hasil survei terbaru dari Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan Presiden Prabowo Subianto masih menduduki posisi teratas dalam tingkat elektabilitas calon presiden (capres) dengan angka 23,4 persen. Survei ini dilakukan menjelang Pemilihan Presiden 2026, menggambarkan situasi politik yang dinamis dan persaingan ketat antara beberapa tokoh potensial.

Survei yang dilaksanakan secara nasional pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

Baca juga:

Rekapitulasi Elektabilitas Capres

  • Prabowo Subianto: 23,4 persen
  • Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat): 21,7 persen
  • Anies Baswedan: 11,5 persen
  • Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 4,5 persen
  • Ganjar Pranowo: 4,1 persen
  • Gibran Rakabuming Raka: 3,9 persen
  • Tokoh lain (Sherly Tjoanda, Mahfud MD, Purbaya Yudhi Sadewa, Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan) di bawah 3 persen

Selain itu, 17 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakan jawabannya, menandakan peluang perubahan signifikan dalam konfigurasi elektoral menjelang Pilpres.

Metode Survei dan Analisis

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan survei menggunakan simulasi top of mind, di mana responden menyebutkan tokoh yang pertama terlintas di pikirannya tanpa daftar nama atau intervensi. Hal ini menunjukkan tingkat keteringatan masyarakat terhadap tokoh yang ada.

Baca juga:

Dedi menilai posisi Prabowo sebagai kepala negara berkontribusi pada tingginya elektabilitasnya, namun kemunculan Dedi Mulyadi dengan selisih tipis menandakan figur baru mulai menarik perhatian publik. Persaingan yang ketat ini menunjukkan dinamika politik yang terbuka dan kompleks.

Potensi Perubahan Elektoral

Persentase responden yang belum menentukan pilihan menjadi titik penting dalam survei ini. Kelompok ini bisa menjadi penentu dalam pergeseran dukungan jika persepsi publik terhadap para calon berubah seiring waktu. Menurut Dedi Kurnia Syah, keberhasilan Presiden Prabowo dalam memimpin dan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dapat memperkuat posisinya untuk periode kedua.

Baca juga:

Profil Responden Survei

  • Jumlah responden: 1.200 orang
  • Usia minimal 17 tahun atau sudah menikah
  • Komposisi gender seimbang: 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan
  • Metode sampling bertingkat mulai dari kelurahan/desa hingga keluarga

Survei ini memberikan gambaran awal tentang preferensi politik masyarakat Indonesia menjelang Pilpres 2026. Meskipun Prabowo masih memimpin, persaingan yang ketat dan tingginya jumlah responden yang belum menentukan pilihan menunjukkan bahwa dinamika politik masih sangat terbuka.