Media Kampung – Fenomena gerhana menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik perhatian banyak orang. Pada Agustus 2026, akan terjadi beberapa gerhana penting, yaitu Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus dan Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus. Namun, tidak semua wilayah di Indonesia dapat menyaksikan kedua fenomena tersebut secara langsung.

Gerhana Matahari Total (GMT) terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga menutupi cahaya Matahari sepenuhnya dan membuat suasana siang hari berubah menjadi gelap seperti malam. Pada 12 Agustus 2026, GMT akan berlangsung mulai pukul 23.58 hingga 01.34 WIB pada dini hari tanggal 13 Agustus. Namun, jalur totalitas gerhana ini melintasi wilayah di belahan utara bumi, seperti Greenland, Islandia, Rusia Utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan sebagian Portugal. Indonesia tidak termasuk dalam jalur lintasan gerhana total maupun parsial, sehingga fenomena GMT pada tanggal tersebut tidak dapat diamati dari Tanah Air.

Baca juga:

Selain GMT, pada 28 Agustus 2026 juga akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga hanya sebagian permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi dan terlihat lebih gelap. Meski fenomena ini menarik untuk diamati, wilayah Indonesia juga tidak termasuk dalam jalur visibilitas gerhana Bulan sebagian tersebut. Saat seluruh tahapan gerhana berlangsung, posisi Bulan berada di bawah horizon bagi wilayah Indonesia, sehingga pengamat di Indonesia tidak dapat melihat perubahan pada permukaan Bulan tersebut.

Baca juga:

Penting bagi penggemar astronomi dan masyarakat umum untuk mengetahui jadwal dan lokasi pengamatan gerhana agar dapat mempersiapkan diri menyaksikan fenomena langit ini secara aman dan tepat. Saat mengamati gerhana matahari, penggunaan alat pelindung mata yang sesuai sangat dianjurkan untuk menghindari kerusakan mata akibat sinar Matahari yang terpapar langsung.

Baca juga:

Fenomena gerhana merupakan momen yang langka dan penuh keindahan alam semesta, memberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang tata surya dan posisi benda langit. Meskipun Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Sebagian pada Agustus 2026, fenomena ini tetap menjadi peristiwa astronomi yang layak untuk dicermati dan dipelajari.