Media Kampung, Kudus – Pelatih Timnas Wanita Indonesia U-16, Timo Scheunemann, menilai para pesepak bola wanita kelahiran 2009 hingga 2013 sebagai generasi emas yang memiliki potensi besar dan mudah dilatih. Pernyataan ini disampaikan Timo saat memimpin pemusatan latihan Garuda Pertiwi di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai persiapan menghadapi Srikandi Merdeka Cup 2026.
Menurut Timo, kelompok usia ini menunjukkan kemampuan teknik yang baik dan sangat responsif terhadap arahan pelatih. “Saya kalau sama sepak bola putri yang 2009 ke bawah ya, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013 itu menurut saya generasi emas. Jadi ngelatihnya gampang, mereka skillful, mereka dengerin, sangat coachable,” ujarnya.
Timo menambahkan bahwa pemain dari rentang tahun kelahiran tersebut cepat dalam memperbaiki kesalahan setelah diberi masukan, sehingga proses latihan menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Saat ini, fokus latihan adalah pemantapan taktik dan teknik jelang turnamen Srikandi Merdeka Cup 2026 yang akan berlangsung pada 14 hingga 23 Agustus 2026 di Supersoccer Arena, Kudus.
Turnamen yang diselenggarakan atas kerja sama Djarum Foundation dan PSSI ini akan diikuti oleh tujuh negara, yaitu Indonesia, Hong Kong, Yordania, Malaysia, Arab Saudi, Singapura, dan Thailand. Untuk memberi kesempatan bermain lebih luas, PSSI membagi Timnas Wanita Indonesia menjadi dua tim, yaitu Garuda Pertiwi yang dilatih oleh Timo dan Putri Nusantara yang ditangani oleh pelatih Takumi Taniguchi.
“PSSI memang memutuskan membagi dua tim untuk memberi kesempatan sebanyak-banyaknya kepada para pemain. Hal itu supaya yang statusnya cadangan juga dapat menit bermain,” jelas Timo.
Dalam pemusatan latihan yang sedang berlangsung, Timo membawa 24 pemain dan menegaskan bahwa fokus utama adalah pembinaan dan pengembangan pesepak bola wanita usia muda. Ia berharap pengalaman di timnas dapat meningkatkan kemampuan dan semangat para pemain agar siap bersaing di level senior nanti.
Dengan perhatian khusus pada proses pembinaan, Timo optimis generasi pesepak bola wanita kelahiran 2009 hingga 2013 akan menjadi fondasi kuat bagi sepak bola wanita Indonesia ke depannya.














Tinggalkan Balasan