Media Kampung, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyambut positif kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator dalam dialog antara Korea Selatan dan Korea Utara. Langkah ini dinilai sesuai dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berkomitmen menjaga perdamaian dunia.
Prabowo menyatakan kesediaannya membantu membuka ruang dialog di Semenanjung Korea setelah mendapat permintaan dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada April 2026. Pernyataan itu disampaikan saat Prabowo bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada Juli 2026. Ia menegaskan siap mengunjungi Korea Utara jika diminta secara resmi.
Dave Laksono menilai wacana tersebut mencerminkan kepercayaan internasional terhadap kredibilitas diplomasi Indonesia yang konsisten mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian sengketa secara damai. Namun, ia juga menekankan bahwa langkah tersebut bersifat kondisional dan harus melalui komunikasi resmi antar-pemerintah serta mempertimbangkan dinamika kawasan dan kepentingan nasional Indonesia.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri RI juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengintensifkan diplomasi dalam mendorong dialog dan kerja sama di Semenanjung Korea. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia memandang stabilitas kawasan tersebut sebagai kepentingan strategis dan terus mengikuti perkembangan situasi secara saksama.
Indonesia memiliki hubungan baik dengan kedua negara, Korea Selatan dan Korea Utara, yang tercermin dari kunjungan tingkat tinggi, seperti kunjungan Menteri Luar Negeri RI ke Pyongyang pada 2025 dan Presiden RI ke Seoul pada 2026. Kedekatan ini menjadi modal penting dalam peran diplomatik Indonesia untuk mendorong perdamaian di kawasan.
Langkah Indonesia ini sekaligus menegaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan mengutamakan dialog sebagai jalan penyelesaian masalah internasional. Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia merupakan bentuk pengakuan atas rekam jejak diplomasi yang solid di kancah internasional.
Dalam konteks yang berbeda, laporan media internasional mengungkap operasi penyadapan rahasia Amerika Serikat di Korea Utara yang memicu reaksi dari pemerintahan AS. Hal ini menunjukkan kompleksitas situasi di Semenanjung Korea dan pentingnya peran diplomasi yang konstruktif seperti yang ditawarkan Indonesia.
Dengan rekam jejak diplomasi yang dimiliki, Indonesia diharapkan dapat terus menjadi mitra yang dipercaya dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan internasional secara damai dan memperkuat stabilitas kawasan serta dunia.















Tinggalkan Balasan