Media Kampung – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, kini merasakan langsung tantangan yang dulu ia kritik saat masih menjadi pelatih Timnas Indonesia. Setelah dua tahun lalu mengeluhkan klub-klub yang enggan melepas pemain ke Timnas, kini ia menghadapi situasi sebaliknya di Persija saat enam pemainnya dipanggil membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Persija mengalami kesulitan meraih hasil maksimal di Piala Presiden 2026, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Port FC dan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya. Shin Tae-yong mengakui absennya enam pemain yang membela Timnas Indonesia memberikan dampak besar terhadap kekuatan tim. Keenam pemain tersebut adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.

Baca juga:

Dampak Kehilangan Pemain dan Persiapan Minim

Selain kehilangan pemain, Shin juga menyoroti minimnya waktu persiapan yang membuat Persija kesulitan tampil maksimal. Banyak pemain yang bertanding tanpa persiapan pertandingan yang cukup, sehingga memengaruhi performa tim secara keseluruhan.

Kisah Kontras Shin Tae-yong dengan Klub dan Timnas

Dua tahun lalu, Shin Tae-yong sempat frustrasi saat menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23 karena sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri tidak mendapatkan izin dari klub untuk bergabung dengan tim nasional, seperti kasus Nathan Tjoe-A-On dan Justin Hubner. Kini, posisi Shin sebagai pelatih Persija menghadapi tantangan serupa, namun dari sisi klub yang kehilangan pemain ke Timnas.

Baca juga:

Perombakan dan Adaptasi Pemain Asing di Persija

Dalam menghadapi musim 2026/2027, Persija melakukan perombakan besar dengan mendatangkan lima pemain asing baru, yaitu Stjepan Loncar, Karim Memija, Kwon Chang-hoon, Denis Kolinger, dan Radovan Pankov. Shin Tae-yong mengakui chemistry antar pemain asing tersebut belum terbentuk optimal karena minimnya waktu latihan bersama, sehingga performa mereka belum mencapai harapan.

Situasi Persija di Piala Presiden 2026

Persija menghadapi misi berat untuk lolos ke semifinal Piala Presiden 2026. Setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua laga, mereka harus mengalahkan PSMS Medan dan berharap Persebaya Surabaya mengalahkan Port FC. Kondisi ini menambah tekanan bagi Shin Tae-yong dan timnya dalam mengatur strategi dan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Baca juga:

Sanksi KFA terhadap Shin Tae-yong dan Respons Persija

Pada Juli 2026, Shin Tae-yong menerima sanksi larangan beraktivitas selama satu tahun di Korea Selatan terkait kasus selama masa kepelatihannya di Ulsan HD. Persija menegaskan sanksi tersebut tidak mengganggu tugas Shin sebagai pelatih di Liga 1 Indonesia dan memberikan dukungan penuh kepada sang pelatih untuk terus membangun performa tim.

Situasi yang dialami Shin Tae-yong mencerminkan dinamika dan tantangan dalam dunia sepak bola, terutama dalam mengelola hubungan antara klub dan tim nasional. Perbuatan dan sikap Persija yang tetap mendukung tugas Shin di tengah berbagai tantangan ini menjadi semangat tersendiri bagi pelatih asal Korea Selatan tersebut.