Media Kampung, Kotawaringin Barat — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat sedikitnya enam titik api yang menghanguskan hampir delapan hektare lahan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan peristiwa terbaru terjadi di kawasan Karanganyar, Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan. Petugas membutuhkan waktu berjam-jam untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut. Proses pemadaman baru dinyatakan selesai sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat (10/7/2026).
“Seluruh personel terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya agar api tidak semakin meluas,” ujar Adnan Santana, Jumat malam.
Enam lokasi kebakaran meliputi Karanganyar (Kelurahan Mendawai), Kumpai Batu Bawah RT 9, Jalan Holim Tambang Pasir SMJ 3 di Desa Kubu, Sungai Ayam RT 9 di Desa Kubu (Kecamatan Kumai), Amin Jaya RT 14 (Kecamatan Pangkalan Banteng), dan satu titik lain di sekitar Sungai Ayam RT 9, Desa Kubu.
Adnan menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat pemadaman lebih sulit. Petugas harus memastikan bara api di bawah permukaan benar-benar padam agar tidak kembali menyala akibat tiupan angin. Cuaca panas dan angin kencang menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman.
BPBD Kobar memperkirakan total luas lahan yang terbakar dari enam kejadian tersebut mencapai delapan hektare. Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, BPBD menilai situasi belum sepenuhnya aman. Potensi munculnya kebakaran baru masih tinggi seiring cuaca panas dan angin kencang yang masih melanda.
BPBD Kobar terus menyiagakan personel dan peralatan pemadaman untuk merespons setiap laporan kebakaran. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap.























Tinggalkan Balasan