Media Kampung, FIFA akhirnya merespons gelombang protes yang dilayangkan Asosiasi Sepak Bola Mesir terkait kepemimpinan wasit dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Dalam pernyataan tegasnya, FIFA menegaskan bahwa tidak seorang pun berhak meragukan integritas perangkat pertandingan tanpa dasar yang jelas.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, secara terbuka membela wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Collina menegaskan bahwa kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal lumrah, namun harus disertai bukti. "Tidak ada seorang pun yang berhak meragukan integritas wasit di Piala Dunia. Ketika hal itu terjadi, hal itu dapat memicu reaksi yang berujung pada ancaman terhadap wasit dan anggota keluarga mereka, dan ini tidak dapat diterima," ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Mesir kalah dramatis 3-2 dari Argentina setelah sempat unggul dua gol. Beberapa keputusan wasit menjadi sorotan, termasuk pembatalan gol Mesir pada menit ke-58 melalui tinjauan VAR karena dianggap terjadi pelanggaran, serta tidak diberikannya penalti kepada Mohamed Salah. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bersama para pemain meluapkan kekecewaan mendalam dan menuding wasit telah "merekayasa" hasil pertandingan.

Collina memastikan bahwa Komite Wasit FIFA bekerja secara independen tanpa intervensi dari pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino. "Tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim bahwa kami terpengaruh oleh pihak mana pun, bahkan oleh Presiden FIFA," tegasnya. Ia menambahkan bahwa seluruh wasit yang bertugas di Piala Dunia menjalankan tugasnya secara profesional dan beritikad baik.

Protes dari Mesir bahkan mendapat sorotan dari Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang menyebut Mesir "dirampok" dalam pertandingan tersebut. Namun, FIFA menekankan bahwa integritas wasit harus dijaga dan siapa pun yang meragukannya tanpa bukti akan menghadapi konsekuensi.

Sementara itu, untuk laga perempat final antara Argentina dan Swiss, FIFA telah menunjuk wasit asal Portugal, Joao Pinheiro. Pinheiro sebelumnya memimpin dua laga di Piala Dunia 2026 tanpa kontroversi, meskipun ia terlibat dalam satu laga kontroversial di Liga Champions musim ini.