Media Kampung, Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan persaingan ketat di lapangan, tetapi juga menjadi ajang yang memakan korban di kursi kepelatihan. Sejauh ini, tercatat sembilan pelatih harus mengakhiri masa bakti mereka, baik karena dipecat maupun mengundurkan diri.
Daftar Pelatih yang Angkat Kaki
1. Sabri Lamouchi (Tunisia)
Federasi Sepak Bola Tunisia memecat Sabri Lamouchi setelah timnas kalah telak 1-5 dari Meksiko di laga pembuka. Posisinya digantikan oleh Herve Renard.
2. Steve Clarke (Skotlandia)
Steve Clarke memilih mundur setelah Skotlandia gagal lolos dari fase grup. Meski memiliki kontrak hingga 2030, ia merasa perjalanannya harus berakhir dan menyampaikan perpisahan emosional kepada para pemain.
3. Hong Myung-bo (Korea Selatan)
Hong Myung-bo mengundurkan diri setelah Korea Selatan tersingkir di fase grup. Ia mengaku meninggalkan tim nasional, tetapi tetap akan mendukung sepak bola Korea dari luar.
4. Julian Nagelsmann (Jerman)
Julian Nagelsmann mundur setelah Jerman kalah dari Paraguay di babak 32 besar. Ia memiliki kontrak hingga 2028, namun memilih mundur untuk menghindari klausul pesangon 15 juta euro dan memberi kesempatan tim memulai kembali.
5. Herve Renard (Tunisia)
Herve Renard mundur setelah Tunisia finis di dasar Grup F tanpa poin. Ia ditunjuk secara mendadak pada 16 Juni menggantikan Lamouchi, tetapi gagal membawa perbaikan. Renard menyampaikan rasa terima kasih dan optimisme untuk masa depan Tunisia.
6. Marcelo Bielsa (Uruguay)
Kontrak Marcelo Bielsa berakhir setelah Uruguay tersingkir di fase grup. Ia mengakui kesalahan taktis dan menyatakan kekecewaannya karena gagal memenuhi harapan tinggi.
7. Ronald Koeman (Belanda)
Ronald Koeman mundur setelah Belanda kalah dari Maroko di babak 32 besar. Kontraknya habis setelah Piala Dunia, dan ia mengaku sangat terpukul karena gagal membawa tim berprestasi.
8. Sebastian Beccacece (Ekuador)
Sebastian Beccacece memutuskan tidak memperpanjang kontrak setelah Ekuador tersingkir oleh Meksiko di babak sistem gugur. Ia hanya menyisakan rasa syukur atas perjalanan tersebut.
9. Miroslav Koubek (Republik Ceko)
Miroslav Koubek mundur setelah Republik Ceko finis di dasar Grup A dengan satu poin. Meski berhasil membawa Ceko lolos ke Piala Dunia setelah 20 tahun, hasil buruk di putaran final membuatnya sepakat berpisah dengan federasi.
Tekanan tinggi dan target besar dari federasi serta publik menjadi faktor utama di balik keputusan-keputusan ini. Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi kuburan massal bagi karier para pelatih top.























Tinggalkan Balasan