Media Kampung – Dominik Livaković, kiper utama tim nasional Kroasia, kembali menjadi sorotan dalam laga Piala Dunia 2026 melawan Portugal. Meskipun Kroasia harus mengakui keunggulan Portugal dengan skor 2-1 di babak 32 besar, Livaković tetap menunjukkan ketangguhannya di bawah mistar. Ia kebobolan dua gol: satu dari sundulan Gonçalo Ramos dan satu dari penalti Cristiano Ronaldo. Namun, penyelamatan-penyelamatan kritisnya, termasuk menggagalkan peluang awal Ante Budimir, membuat Kroasia tetap kompetitif sepanjang pertandingan.
Livaković, yang lahir pada 9 Januari 1995 di Zadar, Kroasia, telah menjadi pilar utama pertahanan Kroasia sejak debutnya pada 2017. Ia dikenal karena refleksnya yang cepat, kemampuan membaca permainan, dan ketenangan dalam situasi tekanan tinggi. Sebelum Piala Dunia 2026, Livaković telah membela Kroasia di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana ia menjadi salah satu kiper terbaik dengan penyelamatan gemilang, terutama saat adu penalti melawan Jepang dan Brasil.
Dalam laga melawan Portugal, Livaković menghadapi serangan bertubi-tubi. Pada menit awal, ia dengan sigap menepis tembakan Budimir yang nyaris membawa Kroasia unggul. Namun, gol pertama Portugal tercipta melalui sundulan Ramos yang memanfaatkan umpan silang Rafael Leão. Meskipun sudah terbang, Livaković tak mampu menjangkau bola yang meluncur deras ke sudut gawang. Di babak kedua, setelah Kroasia unggul lewat gol Ivan Perišić, Portugal mendapat hadiah penalti. Ronaldo, yang dikenal sebagai eksekutor andal, menempatkan bola ke sudut kanan bawah, sementara Livaković sudah bergerak ke arah sebaliknya. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan, dan Portugal akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Ramos.
Meski kalah, performa Livaković tetap diapresiasi. Sepanjang turnamen, ia mencatatkan beberapa penyelamatan penting yang menjaga asa Kroasia. Statistik menunjukkan ia rata-rata melakukan 3,5 penyelamatan per laga di Piala Dunia 2026. Kemampuannya dalam mengorganisir lini belakang juga menjadi aset berharga bagi pelatih Zlatko Dalić.
Di luar lapangan, Livaković dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan profesional. Ia menikah dengan Helena Matić, seorang perancang busana yang kerap membagikan gaya berpakaian elegan di media sosial. Kehidupan pribadi yang stabil turut mendukung konsistensinya di lapangan.
Kiprah Livaković bersama Kroasia masih panjang. Dengan usia yang masih 31 tahun, ia diharapkan terus menjadi andalan di bawah mistar untuk turnamen-turnamen mendatang. Pengalaman dan kemampuannya menjadi modal berharga bagi Kroasia untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan