Media Kampung – Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Kroasia 2-1 dalam laga yang diwarnai kontroversi. Gol penyeimbang Kroasia di menit akhir dianulir karena offside yang terdeteksi oleh teknologi chip pada bola.
Laga yang berlangsung di BMO Field, Toronto, ini menyajikan duel antara dua legenda: Cristiano Ronaldo (41 tahun) dan Luka Modric. Ronaldo menjadi pemain tertua yang mencetak gol di babak gugur Piala Dunia melalui penalti pada menit ke-68, setelah Kroasia unggul lebih dulu lewat Ivan Perisic (53′).
Goncalo Ramos, yang masuk menggantikan Ronaldo, menjadi pahlawan Portugal dengan sundulannya pada menit keempat injury time. Namun, drama sebenarnya terjadi di menit 103 ketika Josko Gvardiol mencetak gol yang disangka penyama kedudukan. Wasit menganulir gol tersebut setelah teknologi menunjukkan bahwa bola mengenai Igor Matanovic dalam perjalanan, membuat Mario Pasalic yang memberikan umpan dalam posisi offside.
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengkritik keputusan tersebut. “Keputusan seperti ini membunuh emosi dan menghilangkan kegembiraan sepak bola,” ujarnya dalam konferensi pers. Sementara itu, pelatih Portugal Roberto Martinez membela teknologi. “Tidak ada opini subjektif. Chip bola menunjukkan ada sentuhan Matanovic, dan saat itu Pasalic offside. Ini jelas,” katanya.
Teknologi ‘connected ball’ yang digunakan telah diuji coba sebelumnya pada fase grup, saat Swedia vs Tunisia. Sistem ini memungkinkan deteksi sentuhan secara real-time, mengurangi kontroversi keputusan offside.
Kemenangan ini membawa Portugal berhadapan dengan rival berat Spanyol di babak 16 besar. Sementara Kroasia harus angkat koper lebih awal, dengan Modric yang mungkin untuk terakhir kalinya tampil di Piala Dunia.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan