Media Kampung – Nama Lionel Mpasi mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola setelah penampilan gemilangnya saat membela Republik Demokratik Kongo melawan Inggris di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meskipun timnya harus kalah 1-2, kiper berusia 31 tahun itu berhasil membuat deretan bintang Inggris frustrasi berkat sederet penyelamatan krusial.

Dalam laga yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (1/7/2026), Mpasi tampil sebagai tembok kokoh yang sulit ditembus. Ia menggagalkan peluang emas dari Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford. Ketiga pemain tersebut berkali-kali mendapati tembakan akurat mereka berhasil ditepis atau ditangkap oleh refleks cepat sang kiper.

Ketenangan menjadi kunci utama performa Mpasi. Di bawah tekanan ribuan suporter Inggris, ia mampu tetap fokus dan membaca arah bola dengan baik. Pelatih Inggris Thomas Tuchel bahkan mengakui bahwa Congo tampil mengejutkan dengan formasi empat bek yang lebih agresif, berbeda dengan perkiraan sebelumnya.

Jalannya Pertandingan

RD Kongo membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui Brian Cipenga yang sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan Inggris. Namun, Inggris perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-75 melalui Harry Kane. Kane kembali mencetak gol 11 menit kemudian untuk memastikan kemenangan 2-1.

Sepanjang pertandingan, Mpasi melakukan beberapa penyelamatan penting yang membuat Inggris harus bekerja ekstra keras. Usai laga, ia mengakui bahwa Harry Kane adalah striker super yang menjadi fokus utama pertahanan Congo. “Saya memberikan segalanya, tetapi sayangnya dua kali kami kurang konsentrasi padanya,” ujar Mpasi seperti dilaporkan media.

Dengan hasil ini, Inggris melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca. Sementara itu, RD Kongo harus pulang lebih awal, namun penampilan Mpasi menjadi salah satu sorotan positif bagi tim Afrika tersebut.

Kiprah Lionel Mpasi

Lahir di Meaux, Prancis pada 1 Agustus 1994, Mpasi memilih membela tanah leluhurnya, RD Kongo, di level internasional. Keputusan ini terbukti tepat karena ia berkembang menjadi salah satu kiper paling konsisten di Afrika.

Berbeda dengan kiper top dunia yang bermain di klub elite Eropa, Mpasi membangun kariernya di klub kasta kedua Prancis, Rodez AF. Di sana ia terkenal dengan kemampuan membaca arah bola, refleks tinggi, dan kepiawaian memblokir tembakan jarak dekat.

Penampilannya melawan Inggris membuktikan bahwa kualitas tidak selalu diukur dari level klub tempat bermain. Mpasi menjadi bukti bahwa kiper dari liga sekunder pun bisa tampil gemilang di panggung terbesar sepak bola dunia.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.