Media Kampung – Meksiko melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna: tiga kemenangan, enam gol, dan yang paling mengesankan, nol kebobolan. Di balik tembok pertahanan yang kokoh itu, nama Edson Álvarez berdiri sebagai panglima. Kapten tim asuhan Javier Aguirre ini menjadi sosok sentral yang mengatur lini tengah sekaligus melindungi barisan belakang.

Álvarez, gelandang bertahan West Ham United, bukan sekadar pemecah serangan lawan. Ia adalah otak di lini tengah yang membaca permainan, memotong umpan-umpan berbahaya, dan memulai serangan dari bawah. Dalam skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang kerap digunakan Aguirre, Álvarez berperan sebagai jangkar yang memberi kebebasan bagi rekan setimnya, seperti Luis Romo yang juga tampil impresif sebagai penyapu di depannya.

Ketangguhan pertahanan Meksiko bukanlah kebetulan. Duet bek tengah César Montes dan Johan Vásquez tampil solid, namun mereka sangat terbantu oleh kehadiran Álvarez yang selalu berada di posisi tepat untuk menutup celah. Statistik menunjukkan bahwa Meksiko menjadi satu-satunya tim selain Argentina dan Prancis yang tidak kebobolan di babak grup—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak Uruguay pada 2018.

Kini, di babak 32 besar, Meksiko akan menghadapi Ekuador di Estadio Azteca, Selasa (1/7/2026) dini hari WIB. Ekuador datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menaklukkan Jerman 2-1 di laga pamungkas grup. Lini depan Ekuador, yang diisi pemain seperti Gonzalo Plata dan Nilson Angulo, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pertahanan Meksiko.

Álvarez sendiri sudah merasakan atmosfer panas Azteca yang dipenuhi 87.000 suporter. Ia tahu betul bahwa beban sejarah—Meksiko tak pernah menang di babak knockout sejak 1986—ada di pundaknya. Namun, dengan performa impresif sejauh ini, ia dan rekan-rekannya siap mematahkan kutukan ‘fifth game’ yang telah menghantui generasi-generasi sebelumnya.

Pertandingan ini juga mempertemukan dua lini belakang terbaik turnamen. Ekuador hanya kebobolan satu gol di fase grup, dengan duet Piero Hincapié (Arsenal) dan Willian Pacho (PSG) yang tangguh, ditopang gelandang Chelsea Moisés Caicedo. Namun, faktor kandang dan rekor tanpa kebobolan membuat Meksiko diunggulkan. Semua mata akan tertuju pada Edson Álvarez, sang kapten yang menjadi simbol harapan baru Meksiko.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.