Media Kampung – Canggu kembali menjadi destinasi kuliner kelas dunia dengan hadirnya Cure Bali di Regent Bali Canggu. Restoran tepi laut ini merupakan karya chef berbintang Michelin, Andrew Walsh, yang sebelumnya sukses dengan konsep Cure di Singapura. Cure pertama meraih bintang Michelin pada 2021 dan masuk dalam daftar The World’s 50 Best Discovery.
Konsep dan Menu Andalan
Cure Bali menggabungkan teknik modern Eropa dengan cita rasa Asia, menonjolkan identitas Bali melalui bahan baku lokal. Teknik curing menjadi fondasi setiap hidangan, menciptakan lapisan rasa yang kompleks. Dua menu andalan yang patut dicoba adalah Giant River Prawn yang dipanggang di atas bara arang dan Hokkaido Scallop dalam versi terbaru. Ruang makan utama, Cure Dining Room, menawarkan pemandangan laut langsung.
Bar Nua dan The Curing Room
Bersebelahan dengan ruang makan, Bar Nua (dari bahasa Irlandia berarti ‘baru’) menyajikan koktail klasik dengan sentuhan teknik kuliner modern, pengaruh Asia, dan bahan lokal. Suasana intim dengan latar laut Canggu cocok untuk bersantai dari senja hingga tengah malam. Sementara itu, The Curing Room akan hadir pada kuartal ketiga 2026, menawarkan pengalaman personal dengan meja bar terbuka berkapasitas 12 kursi dan dapur terbuka untuk menyaksikan langsung proses penyajian tasting journey.
Tim dan Estetika
Chef de Cuisine Arvin Tjandra mengelola operasional harian dan bekerja sama dengan Andrew untuk menjalin hubungan dengan produsen lokal. Secara visual, Cure Bali mengusung estetika bersih dan sederhana dengan garis desain tegas dan pencahayaan terfokus pada hidangan serta panorama pantai.
Sunday Roast
Setiap akhir pekan, Cure Bali menyajikan Sunday Roast dengan konsep sharing, cocok untuk santap malam intim atau perayaan bersama orang terdekat. Reservasi dapat dilakukan melalui situs resmi Cure Bali.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.


Tinggalkan Balasan