Media Kampung – Qantas mengumumkan rencana peluncuran penerbangan non‑stop Sydney‑London pada tahun 2027, yang akan menorehkan rekor dunia dengan durasi sekitar 22 jam.
Penerbangan ini merupakan bagian dari inisiatif “Project Sunrise” yang bertujuan menghubungkan Australia dengan Eropa tanpa perhentian.
Pesawat yang akan digunakan adalah Airbus A350‑1000 berkonfigurasi khusus, dengan kapasitas 238 penumpang setelah penyesuaian ruang kabin.
Penataan ulang kursi mengurangi total kapasitas dari 300 menjadi 238 untuk menambah ruang kaki dan menciptakan zona “wellbeing” antara kelas ekonomi dan premium.
Fasilitas di dalam kabin meliputi kursi yang dapat berubah menjadi tempat tidur, lemari pakaian pribadi, serta layar hiburan 32 inci untuk setiap kursi.
Qantas menargetkan dua kali matahari terbit dapat disaksikan penumpang selama penerbangan, menambah nilai pengalaman perjalanan panjang.
CEO Qantas, Vanessa Hudson, menyatakan bahwa penerbangan ini akan memotong waktu tempuh hingga empat jam dibanding rute konvensional dengan transit.
Menurut data Qantas, penerbangan terpanjang saat ini dioperasikan oleh Singapore Airlines antara Singapura dan New York dengan durasi lebih dari 18 jam.
Rencana penerbangan ke New York juga berada dalam skenario, dengan estimasi durasi serupa sekitar 22 jam.
Pengujian pesawat pertama yang selesai dirakit di hanggar Prancis dijadwalkan berlangsung selama dua bulan sebelum sertifikasi akhir.
Seluruh komponen struktural utama, termasuk fuselage, sayap, ekor, landing gear, dan mesin, telah terpasang pada unit pertama.
Qantas memperkirakan tarif kelas ekonomi akan berada sekitar 20 persen lebih tinggi daripada penerbangan tradisional London‑Sydney dengan satu atau dua transit.
Harga tiket minimum saat ini untuk rute London‑Sydney dengan satu transit berada di kisaran £800, namun Qantas belum mengumumkan tarif final untuk rute nonstop.
Pembukaan layanan dijadwalkan pada paruh pertama tahun 2027, dengan harapan menarik segmen pelancong bisnis dan rekreasi yang mengutamakan kecepatan.
Kebijakan lingkungan Qantas menekankan penggunaan bahan bakar yang lebih efisien pada A350‑1000, meski dampak total emisi per penumpang tetap dipantau secara ketat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan