Media Kampung – 13 April 2026 | Penumpang dilarang mengambil ponsel atau perangkat elektronik lain yang jatuh di sela kursi pesawat karena risiko kebakaran baterai lithium‑ion yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.

Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat menekankan agar penumpang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pramugari atau awak kabin untuk penanganan yang aman.

Awak kabin telah menerima pelatihan khusus untuk memahami desain kursi dan cara mengakses ruang sempit tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada perangkat.

Pelatihan tersebut mencakup prosedur pengambilan perangkat menggunakan sarung termal yang dapat menahan suhu tinggi bila terjadi panas berlebih.

Baterai lithium‑ion, yang umum dipakai pada ponsel, laptop, power bank, dan kursi roda listrik, dapat memanas secara ekstrem bila rusak atau tertekan, memicu kebakaran di dalam kabin.

Jika baterai menunjukkan tanda‑tanda panas, mengembang, mengeluarkan asap, atau bau terbakar, penumpang harus melaporkannya segera kepada awak kabin.

“Awak penerbangan telah dilatih mengenali dan menangani kebakaran baterai lithium‑ion di dalam kabin,” ujar pernyataan resmi FAA.

Kasus nyata pernah terjadi pada penerbangan Delta Air Lines dari Los Angeles ke New Orleans ketika baterai kursi roda penumpang memanas berlebih dan harus dimasukkan ke dalam kantong pelindung termal.

Setelah insiden tersebut, maskapai memperketat prosedur penanganan perangkat elektronik yang jatuh di sela kursi, termasuk larangan penggunaan alat logam untuk mengeluarkannya.

Tekanan berlebih pada baterai dapat menyebabkan korsleting internal yang mempercepat terjadinya kebakaran.

Oleh karena itu, penumpang disarankan menunggu bantuan awak kabin alih‑alih mencoba mengambil perangkat sendiri.

Pramugari biasanya akan mengamankan perangkat dalam tas khusus sebelum melaporkan kondisi kepada pilot dan tim darurat di darat.

Statistik FAA menunjukkan bahwa kebakaran baterai lithium‑ion di dalam kabin masih tergolong rendah, namun potensi kerusakan yang luas membuat prosedur pencegahan menjadi prioritas.

Peningkatan penggunaan perangkat elektronik di kalangan penumpang meningkatkan frekuensi kejadian jatuhnya perangkat di antara kursi.

Maskapai penerbangan internasional kini memperbarui panduan keselamatan dalam buku panduan penumpang untuk menekankan pentingnya melaporkan perangkat yang terjatuh.

Penumpang yang melanggar larangan dapat dikenai sanksi atau dilarang melanjutkan penerbangan demi menjaga keamanan seluruh penumpang.

Kebijakan ini sejalan dengan regulasi keamanan penerbangan global yang menekankan pencegahan kebakaran di dalam kabin.

Pada tahun 2026, beberapa maskapai Asia‑Pasifik melaporkan penurunan insiden kebakaran baterai setelah menerapkan prosedur pelaporan cepat.

Dengan kepatuhan penumpang dan kesiapan awak kabin, risiko kebakaran akibat perangkat elektronik yang jatuh di kursi pesawat dapat diminimalisir secara signifikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.