Media Kampung – Steve Wozniak, salah satu pendiri Apple, mencuri perhatian saat memberikan pidato wisuda di Grand Valley State University pada 2 Mei dengan membahas kecerdasan buatan (AI) dan berhasil mendapatkan tepuk tangan dari para lulusan. Ini menjadi momen langka karena biasanya pembicara yang mengangkat topik AI di acara serupa justru sering mendapat reaksi negatif dari hadirin.
Berbeda dari eksekutif dan tokoh teknologi lain yang pernah mendapat cemoohan saat membahas AI, Wozniak mampu menarik simpati audiens dengan pendekatan yang berbeda. Ia menegaskan bahwa setiap orang di hadapan itu sudah memiliki “kecerdasan sesungguhnya,” bukan sekadar kecerdasan buatan. Pernyataan ini langsung memancing aplaus, menghilangkan kekhawatiran awal bahwa topiknya akan ditolak.
Dalam pidatonya, Wozniak juga menyelipkan humor dengan menceritakan pengalamannya di sebuah perusahaan yang berhasil membuat otak manusia secara teknis, namun dengan cara yang sederhana dan alami, yaitu proses kehamilan selama sembilan bulan. Candaan ini berhasil mengundang tawa dan mencairkan suasana, sekaligus mengingatkan bahwa kecerdasan sejati terletak pada pengalaman manusia.
Wozniak menambahkan bahwa saat seseorang meninggal, yang akan diingat bukanlah rumus atau pelajaran di kelas, melainkan momen kebahagiaan dan interaksi dengan orang lain. Pesan tersebut memberi nuansa humanis di tengah pembahasan teknologi yang kerap dianggap kaku dan menakutkan.
Reaksi positif yang diterima Wozniak ini sangat kontras dengan pengalaman pembicara lain, seperti mantan CEO Google Eric Schmidt yang pernah mendapat sorakan saat memuji transformasi besar akibat AI. Perbedaan ini menegaskan bahwa audiens, terutama generasi muda, lebih menghargai pendekatan yang realistis dan mengedepankan sisi kemanusiaan dalam membicarakan teknologi.
Momen pidato Steve Wozniak ini menjadi bukti bahwa membahas AI tidak harus selalu menimbulkan ketegangan atau penolakan, asal disampaikan dengan cara yang mengakui potensi dan nilai manusia. Sikap rendah hati dan humor yang dibawakan Wozniak berhasil membuka perspektif baru tentang bagaimana teknologi dan kecerdasan manusia dapat berdampingan.
Hingga kini, pidato Wozniak di Grand Valley State University tetap menjadi sorotan sebagai contoh langka pembicaraan AI yang diterima hangat oleh para lulusan dan audiens umum, membuka jalan bagi pendekatan berbeda dalam diskusi seputar teknologi di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan