Media Kampung – Cloud Imperium Games melakukan reset penuh pada alam semesta Star Citizen dalam pembaruan alpha terbaru mereka. Langkah ini diambil untuk menanggulangi masalah eksploitasi dan duplikasi barang yang merusak ekonomi dalam game.
Permasalahan sudah berlangsung lama, di mana sejumlah pemain menggunakan celah untuk menggandakan item berharga secara massal. Praktik ini memungkinkan mereka mendapatkan uang dan membeli kapal mahal dengan cepat, sekaligus membanjiri pasar dengan barang hasil duplikasi yang tidak sah.
Awalnya, pembaruan patch 4.8 hanya melakukan penghapusan sebagian, seperti reset saldo bank pemain, sumber daya dalam game, dan kendaraan yang dibeli menggunakan mata uang dalam game. Namun, kapal yang diperoleh melalui perdagangan di Wikelo tidak termasuk dalam reset ini, sehingga memicu keluhan dari komunitas karena pemain yang memanfaatkan uang dari barang duplikat bisa tetap mempertahankan aset mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, Cloud Imperium Games mengumumkan langkah lebih tegas dengan melakukan reset penuh yang menghapus semua kecuali cetak biru pemain serta item dan kendaraan yang dibeli dengan uang asli. Mereka juga menambahkan pengamanan ekstra dalam pembaruan ini untuk mengurangi eksploitasi dan duplikasi barang, meskipun belum merinci jenis pengamanan tersebut.
Meski demikian, laporan dari pemain masih menyebutkan adanya duplikasi yang terjadi, dan pengembang menyatakan bahwa upaya perbaikan akan terus berlanjut di masa mendatang. Selain perbaikan ekonomi, patch 4.8 juga menghadirkan misi baru bernama “Tactical Strike Group” yang dirancang untuk skuad pemain besar, serta fitur baru seperti setelan penerbangan yang memengaruhi toleransi terhadap G-Forces, peningkatan misi pengisian bahan bakar, dan penambahan senjata infanteri baru.
Star Citizen masih jauh dari versi final 1.0 yang diperkirakan baru akan selesai sekitar tahun 2028. Sementara itu, komponen single-player-nya, Squadron 42, dijadwalkan rilis tahun ini, tetapi pengembang sempat meragukan kemungkinan tersebut pada akhir tahun lalu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan