Media Kampung – 15 April 2026 | Meta menegaskan komitmen strategisnya dengan menandatangani kesepakatan bersama Broadcom untuk memproduksi chip AI kustom senilai satu gigawatt, sekaligus mengumumkan pengunduran diri Hock Tan dari dewan direksi.
Kesepakatan tersebut mencakup kolaborasi intensif dalam desain, fabrikasi, dan integrasi chip yang dioptimalkan untuk beban kerja kecerdasan buatan di pusat data Meta.
Dalam pernyataannya, Meta menjanjikan bahwa chip buatan khusus ini akan meningkatkan efisiensi energi hingga 30% dibandingkan solusi generik yang ada saat ini.
Broadcom, sebagai mitra utama, akan menyediakan infrastruktur manufaktur dan keahlian mikroelektronik untuk mewujudkan target produksi satu gigawatt dalam tiga tahun ke depan.
Pengunduran diri Hock Tan, CEO Broadcom, dari dewan Meta diumumkan pada hari yang sama, menandakan restrukturisasi kepemimpinan di kedua perusahaan.
Tan menyatakan bahwa langkah tersebut diambil demi fokus pada prioritas internal Broadcom dan tidak memengaruhi kelanjutan kerja sama teknis antara kedua perusahaan.
Sementara itu, peluncuran kacamata pintar Meta menjadi sorotan media internasional setelah muncul laporan tentang penyalahgunaan perangkat tersebut untuk merekam perempuan tanpa izin.
Produk yang diproduksi bersama Ray‑Ban dan Oakley ini dijuluki “pervert glasses” oleh sejumlah kelompok advokasi karena konten video yang diunggah secara viral menampilkan interaksi tidak diinginkan di ruang publik.
Kassy Zanjani, seorang warga Vancouver, mengungkapkan rasa terkejutnya dengan berkata: “When I saw it, I was in shock and it definitely brought up a lot of anxiety,” menambahkan ia merasa “humiliated” karena video tersebut disebarkan tanpa persetujuannya.
Lebih dari 70 organisasi hak sipil menuntut Meta untuk menangguhkan rencana pengenalan teknologi pengenalan wajah pada kacamata pintar tersebut.
Seorang juru bicara Meta menjawab, “If we were to release such a feature, we would take a very thoughtful approach before rolling anything out,” menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki fitur pengenalan wajah yang siap diluncurkan.
Investigasi oleh media Swedia mengungkapkan bahwa rekaman yang diambil oleh kacamata tersebut tidak hanya mencakup interaksi sosial, melainkan juga momen intim seperti penggunaan kamar mandi dan aktivitas seksual.
Rekaman tersebut dilaporkan dikirim ke pusat data Meta dan kemudian dianalisis oleh kontraktor manusia di Kenya untuk melatih model AI perusahaan.
Pemerintah Filipina pada 10 April 2026 mengirim surat resmi kepada Meta yang menuntut tindakan tegas melawan berita palsu yang beredar di platformnya.
Surat itu memberi tenggat waktu satu minggu bagi Meta untuk menyampaikan rencana operasional yang mencakup identifikasi proaktif konten disinformasi, proses penghapusan cepat, dan penunjukan kontak 24 jam.
Pihak berwenang menegaskan bahwa kegagalan mematuhi ultimatum dapat berujung pada tindakan hukum, termasuk penyelidikan kriminal dan pembatasan operasi platform di Filipina.
Selain Filipina, Uni Eropa juga meningkatkan tekanan melalui Digital Services Act, yang memungkinkan denda hingga 6% dari total pendapatan tahunan global bagi pelanggar regulasi disinformasi.
Meta belum memberikan komentar resmi mengenai tuntutan Filipina, namun pernyataannya sebelumnya menekankan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan kerja sama dengan regulator.
Para analis industri menilai bahwa kombinasi investasi chip kustom, kontroversi smart glasses, dan tekanan regulasi dapat memengaruhi profitabilitas Meta dalam jangka menengah.
Data internal Meta menunjukkan bahwa penggunaan chip AI kustom di pusat data meningkatkan throughput pemrosesan hingga 45%, mempercepat layanan seperti feed, iklan, dan sistem rekomendasi.
Namun, para kritikus berargumen bahwa peningkatan performa tidak boleh mengorbankan privasi pengguna, terutama mengingat laporan penyalahgunaan kacamata pintar.
Meta berjanji akan melakukan audit independen terhadap kebijakan data pada smart glasses dan mengumumkan rencana publikasi hasil audit pada kuartal berikutnya.
Jika Meta berhasil memenuhi tuntutan Filipina dan UE, perusahaan dapat menghindari denda besar serta memperbaiki citra publiknya yang terdampak oleh kontroversi privasi.
Sejauh ini, Meta terus mengembangkan teknologi AI dan perangkat keras, termasuk proyek chip eksklusif dan iterasi terbaru dari kacamata pintar dengan fokus pada fitur augmented reality yang lebih aman.
Para pengamat menilai bahwa langkah-langkah regulator dan respons perusahaan akan menjadi contoh bagi industri teknologi dalam menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan hak pengguna.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.












Tinggalkan Balasan