Media Kampung – 10 April 2026 | PT MSP Indonesia memperoleh sertifikat Proper Emas pada hari Rabu, menandai pencapaian standar lingkungan internasional.
Sertifikasi ini diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setelah audit menyeluruh terhadap praktik operasional perusahaan.
Proses evaluasi mencakup penilaian terhadap penggunaan energi, pengelolaan limbah, serta dampak ekosistem di sekitar fasilitas produksi.
Tim auditor menemukan bahwa MSP telah menurunkan intensitas energi sebesar 15 persen dalam tiga tahun terakhir melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Pengelolaan limbah cair dan padat juga dioptimalkan dengan sistem daur ulang internal, sehingga volume limbah yang dibuang ke lingkungan berkurang signifikan.
Selain itu, perusahaan mengimplementasikan program penghijauan di lahan seluas 20 hektar di sekitar pabrik utama.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan operasi kami selaras dengan prinsip keberlanjutan global,” ujar Direktur Utama MSP, Budi Santoso, dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi Proper Emas menjadi bukti konkret bahwa kebijakan hijau perusahaan dapat dijalankan secara konsisten.
Penghargaan Proper Emas ini merupakan level tertinggi dalam skema Proper, yang sebelumnya hanya dipegang oleh sejumlah perusahaan multinasional.
Keberhasilan MSP menempatkan Indonesia pada peta kompetisi global dalam hal manajemen lingkungan korporat.
Para analis industri menilai bahwa pencapaian ini dapat meningkatkan daya saing MSP di pasar domestik dan internasional.
Investor juga menanggapi positif, dengan kenaikan nilai saham perusahaan sebesar 3,2 persen pada sesi perdagangan berikutnya.
Pemerintah menegaskan bahwa semakin banyak perusahaan yang mengadopsi standar Proper akan memperkuat agenda transisi energi nasional.
Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan program insentif bagi perusahaan yang berhasil meraih sertifikasi tinggi, termasuk kemudahan perizinan dan akses pendanaan hijau.
MSP berencana memperluas program keberlanjutan ke unit usaha lain, termasuk fasilitas logistik dan kantor pusat.
Target jangka panjang perusahaan adalah memperoleh sertifikat Net Zero pada tahun 2030, sejalan dengan komitmen Indonesia pada Perjanjian Paris.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong rekan industri lainnya untuk meningkatkan standar lingkungan mereka.
Secara keseluruhan, pencapaian Proper Emas oleh MSP menegaskan pergeseran paradigma bisnis menuju operasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan