Media Kampung – Clive Davis, eksekutif musik legendaris yang dikenal sebagai ‘raja musik’ di balik kesuksesan Whitney Houston, Bruce Springsteen, dan puluhan artis ikonik lainnya, meninggal dunia pada Senin, 24 Juni 2026, di usia 94 tahun. Keluarga menyatakan Davis baru saja dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan dan menjalani pemulihan di rumahnya di Manhattan, New York, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Davis meninggalkan warisan luar biasa sebagai presiden Columbia Records, pendiri Arista Records, dan chief creative officer Sony Music Entertainment. Ia menemukan, membimbing, dan mendukung artis-artis terbesar dalam sejarah musik modern, mulai dari Janis Joplin, Santana, Billy Joel, hingga Alicia Keys dan Maroon 5.

Dari Lulusan Hukum Menjadi Raja Industri Musik

Lahir di Brooklyn pada 4 April 1932, Davis lulus dari Harvard Law School tanpa pengetahuan soal industri musik. Ia mulai bekerja di Columbia Records pada usia 28 tahun dan belajar hukum hak cipta serta kontrak di kelas malam. Pengetahuan itu membantunya memenangkan gugatan antimonopoli federal terhadap klub penjualan rekaman Columbia melalui surat. Ia juga meyakinkan Bob Dylan untuk tetap bertahan di label tersebut saat kontraknya terancam batal.

Pada 1965, Davis dipromosikan menjadi wakil presiden, lalu presiden perusahaan. Di bawah kepemimpinannya, Columbia mengontrak Aerosmith, Pink Floyd, Santana, dan Bruce Springsteen. Davis dikenal karena instingnya yang tajam. “Saya mungkin tidak terlahir dengan telinga musik yang istimewa, tetapi saya rasa saya mengembangkannya,” ujarnya dalam wawancara 2016.

Membentuk Karier Bruce Springsteen

Pada 1972, setelah menonton penampilan Bruce Springsteen, Davis menyarankan musisi muda itu untuk lebih banyak bergerak di atas panggung. Beberapa minggu kemudian, saat konser di Greenwich Village, Springsteen melompat ke atas meja dan berputar ke sana kemari. “Saya benar-benar terpukau. Bukan hanya gerakannya, melainkan juga semangat yang dipancarkannya,” kenang Davis.

Mendirikan Arista dan Menemukan Whitney Houston

Meski sukses, Davis dikeluarkan dari Columbia setelah dituduh menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku bersalah atas satu tuduhan penggelapan pajak, lalu mendirikan Arista Records. Kesuksesan langsung datang dengan Barry Manilow dan Patti Smith. Pada 1983, Davis mengontrak Whitney Houston yang baru berusia 19 tahun. Ia menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari produser dan penulis lagu yang tepat. Album debut Whitney Houston (1985) menghasilkan tiga lagu nomor satu di AS dan terjual lebih dari 25 juta kopi di seluruh dunia. Davis juga bersikeras agar lagu ‘I Will Always Love You’ diawali dengan bagian vokal tanpa musik selama 40 detik, yang kemudian menjadi hit terbesar Houston.

Membawa Hip-Hop dan Santana ke Arus Utama

Meski awalnya tidak memahami rap, Davis membantu Arista menembus pasar hip-hop melalui kerja sama dengan Babyface dan LA Reid, melahirkan label LaFace Records yang menaungi Outkast, Usher, dan TLC. Ia juga bermitra dengan Bad Boy Records milik Sean Combs. Pada 1999, Davis membantu Carlos Santana meraih kesuksesan besar lewat album ‘Supernatural’ yang terjual lebih dari 15 juta kopi dan memenangi Grammy untuk Album Terbaik Tahun Ini.

Warisan dan Penghormatan

Davis meninggalkan Arista pada 2000 dan mendirikan J Records, melahirkan Alicia Keys dan Maroon 5. Selama lebih dari 60 tahun karier, ia meraih lima Grammy dan masuk ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2000. Pesta Grammy tahunannya menjadi acara paling bergengsi di industri musik. Bruce Springsteen memberikan penghormatan: “Pada usia 22 tahun, ia mengubah hidup saya ketika mengontrak saya ke Columbia Records. Dia pria yang hebat.” Patti Smith juga mengucapkan terima kasih karena Davis telah percaya padanya selama setengah abad.

Davis pernah berkata, “Musik adalah unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Apa pun revolusi teknologi yang terjadi, musik tidak akan pernah usang.” Kini, sang raja musik telah tiada, tetapi melodi yang ia lahirkan akan terus bergema lintas generasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.