Media Kampung – 12 April 2026 | Ratu Felisha mengalami wajah kencang akibat suntikan botox yang membuatnya tak dapat tertawa selama proses syuting film terbaru yang digelar di Jakarta pada akhir April 2024.
Aktris berusia 28 tahun ini terkenal lewat peran utama dalam serial drama televisi dan kini tengah mempersiapkan peran protagonis dalam film aksi-romantis berjudul “Cinta di Bawah Lampu”.
Botox disuntikkan pada 3 April 2024 di sebuah klinik estetika ternama di kawasan Sudirman oleh dokter spesialis dermatologi dengan dosis standar 20 unit pada otot dahi.
Prosedur tersebut menyebabkan otot-otot wajah Felisha menjadi tidak responsif, sehingga gerakan senyum terhambat dan ekspresi tertahan selama sesi pengambilan gambar.
Syuting film berlangsung di studio produksi di kawasan Kebayoran, dengan jadwal harian dimulai pukul 08.00 hingga 18.00, dan memerlukan banyak adegan komedi yang menuntut tawa alami.
Direktur film, Andi Pratama, menyatakan bahwa tim produksi harus menyesuaikan adegan agar tidak mengorbankan kualitas visual meskipun aktris tidak dapat menampilkan tawa spontan.
Rekan pemeran utama, Dimas Satria, mengakui bahwa perubahan ekspresi Felisha menambah tantangan, namun ia berupaya membantu menciptakan suasana ceria di lokasi.
Tim make‑up dan pencahayaan melakukan modifikasi intensitas cahaya dan penggunaan prostetik ringan untuk menonjolkan ekspresi mata sebagai pengganti senyuman.
Dr. Lina Hartati, pakar kecantikan, menjelaskan bahwa efek botox dapat berlangsung antara satu hingga tiga bulan, dan kelumpuhan otot sementara merupakan efek samping yang umum.
Ratu Felisha mengungkapkan dalam wawancara, “Saya menyesal memilih botox tepat sebelum syuting, karena tidak bisa mengekspresikan tawa membuat saya merasa tersiksa secara profesional.”
Penggemar menanggapi berita ini dengan kepedulian di media sosial, menyebutkan dukungan moral dan harapan agar aktris cepat pulih.
Penundaan adegan komedi selama dua hari menyebabkan biaya produksi meningkat sekitar 12 persen, menurut laporan keuangan internal produksi.
Industri hiburan Indonesia terus menyoroti tekanan kecantikan, dimana banyak artis memilih prosedur estetika untuk mempertahankan standar visual yang tinggi.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa botox harus dilakukan di fasilitas medis berlisensi dan dengan dosis yang sesuai untuk menghindari komplikasi.
Ratu Felisha berencana menunda prosedur estetika selanjutnya hingga setelah masa promosi film selesai pada akhir Mei 2024.
Film tersebut dijadwalkan rilis pada 15 Juni 2024 dan tim produksi optimis bahwa kualitas akhir tidak akan terpengaruh oleh kendala sementara ini.
Kondisi wajah Felisha kini stabil, dengan efek botox masih terasa namun tidak mengganggu kemampuan berbicara atau berakting secara umum.
Para penonton yang menantikan debut film akan menyaksikan bagaimana aktris tersebut menyalurkan emosi melalui mata dan bahasa tubuh.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagi para selebriti bahwa keputusan estetika harus dipertimbangkan matang terkait jadwal kerja yang ketat.
Semua pihak berharap proses penyembuhan berjalan lancar dan film “Cinta di Bawah Lampu” dapat meraih kesuksesan komersial serta kritik positif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan