Media Kampung – Konflik internal antara Aron Ashab dan keluarganya tampaknya telah menemukan titik terang. Kakak Aron, Gamyla Ashab, mengungkapkan bahwa sang adik telah kembali ke tempat rehabilitasi di pesantren pada Selasa (20/10/2026). Melalui unggahan di Instagram, Gamyla memastikan bahwa adiknya telah kembali dengan selamat, setelah sebelumnya menjadi sorotan akibat konflik dengan keluarga.
“Alhamdulillah anak, adik kami M. HAERON ASHAB sudah kembali dengan selamat di Tempat Rehab Pesantren 20/10/2026,” tulis Gamyla.
Dalam unggahan tersebut, Gamyla juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak keluarga bertujuan untuk menghentikan Aron agar tidak membuat masalah lebih jauh. Gamyla berharap peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak. “Kami sekeluarga minta doa dari semua untuk saudara kami agar bisa mendapatkan hidayah dan kembali menjadi manusia yang bisa menjalani kesehariannya dengan normal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gamyla sempat menyinggung sosok bernama Kevin, teman Aron yang tinggal di Taiwan. Kevin diduga pernah memberikan ponsel kepada Aron saat dia belum bisa menggunakan perangkatnya sendiri di tempat rehabilitasi. Gamyla memberikan peringatan terbuka kepada Kevin, “Untuk KEVIN di Taiwan sana, ini surat terbuka ya buat kamu. Mulai sekarang per hari ini STOP ikut campur urusan anak ini. Kami sudah TAU SEMUANYA, kamu tidak BERHAK terlibat dalam masalah ini, ini warning keras untuk kamu ya,” tegas Gamyla.
Ia menyayangkan bantuan Kevin yang berpotensi memperkeruh masalah keluarga mereka. Gamyla juga meminta Kevin untuk menghentikan komunikasi dengan Aron dan tidak terlibat dalam urusan keluarga mereka. “STOP jadi sahabat PROBLEMATIK nya anak itu. Urus saja urusan hidup kamu sendiri, JANGAN MEMPERKERUH KEADAAN. Mulai sekarang kami minta kamu mind your own business, TIDAK USAH LAGI MELIBATKAN DIRI dengan masalah keluarga kami,” tutupnya.
Nama Aron Ashab menjadi perbincangan publik setelah muncul kembali setelah hilang selama kurang lebih enam bulan. Konten kreator berusia 33 tahun ini mengaku menjadi korban penculikan dan penyekapan di wilayah Tasikmalaya. Namun, Gamyla membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa Aron tidak diculik, melainkan dimasukkan oleh pihak keluarga ke panti rehabilitasi berbasis pesantren karena ketergantungan alkohol akut dan perilaku yang meresahkan saat mabuk.












