Media Kampung – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda beberapa daerah di Pulau Kalimantan. Dalam situasi ini, Zaskia Adya Mecca tergerak untuk turun langsung ke lokasi karhutla. Melalui unggahan di Instagram, ia membagikan momen saat menjadi relawan mandiri untuk memadamkan api dengan peralatan dan dana yang terbatas.
Dalam video yang diunggah, istri dari Hanung Bramantyo ini menunjukkan kondisi di salah satu titik kebakaran yang tidak jauh dari bandara tempatnya tiba. “Oke, Guys, aku baru sampai di satu titik. Ini baru dari airport sebenarnya dekat banget, cuman dengar ceritanya… Huh, nggak kuat banget,” ujar Zaskia.
Zaskia juga memperlihatkan momen ketika warga setempat secara sukarela berpartisipasi dalam upaya pemadaman kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka. Diketahui, para relawan mandiri ini melakukan pemadaman setiap hari, meski harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli bahan bakar mesin pompa air.
Salah satu momen yang paling menyentuh hati Zaskia adalah saat melihat perjuangan para relawan yang harus patungan untuk menjalankan upaya pemadaman. Menurut cerita yang diterimanya, warga mengumpulkan uang dengan nominal beragam, mulai dari Rp10 ribu untuk membeli bensin mesin yang membantu proses pemadaman bisa terus beroperasi. “Jadi di sini ada masyarakat yang sebagai relawan mandiri, mereka ikut madamin setiap hari. Dan tahu nggak, buat beli bensin, buat ngidupin mesin ya, mereka itu patungan dari uang mereka masing-masing Rp10.000, kadang Rp15.000, Rp20.000,” kata Zaskia.
Artis berusia 39 tahun ini mengungkapkan bahwa para relawan menjalankan upaya pemadaman secara mandiri karena belum mendapatkan dukungan yang memadai. Ia juga sempat memperlihatkan suasana ketika mesin pompa air digunakan untuk membantu memadamkan api. Kebakaran kini mulai menjalar hingga mendekati kawasan permukiman warga.
Lebih lanjut, Zaskia menyatakan bahwa perjuangan para relawan terasa semakin berat karena mereka tidak mendapatkan bayaran atas upaya yang dilakukan. Untuk memenuhi kebutuhan operasional pemadaman, mereka harus menyisihkan uang sendiri meski kondisi ekonomi mereka juga terbatas. “Jadi yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga,” paparnya.












