Media Kampung – Gereja Katedral Jakarta mengajak umat Katolik untuk merenungkan nilai kesederhanaan dalam memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Gaya hidup sederhana dianggap penting sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia.
Dalam homili yang disampaikan secara daring melalui kanal YouTube Komsos Gereja Katedral Jakarta pada Kamis, 14 Mei 2026, Vikaris Episkopal Keuskupan Agung Jakarta, Romo P. Yusup Edi Mulyono, SJ, menekankan pentingnya menghindari konsumsi berlebihan. Menurutnya, murid sejati Yesus tidak hidup dengan kemewahan, melainkan membatasi kebutuhan agar alam tetap terjaga dan sumber daya dapat dibagikan kepada yang memerlukan.
Romo Edi mencontohkan kisah Yesus yang memberi makan lima ribu orang dan menyisakan dua belas bakul makanan. Ia menegaskan bahwa sisa makanan tersebut harus dimanfaatkan dan tidak disia-siakan, melainkan dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Selain menyerukan hidup sederhana, Romo Edi juga mengajak umat menanamkan harapan dalam menghadapi berbagai masalah lingkungan dan sosial. Tindakan kecil seperti menanam pohon dan mendidik generasi muda agar peduli lingkungan menjadi langkah nyata untuk masa depan bersama. “Seperti para murid yang menanam benih Injil, kita juga dipanggil menanam benih kehidupan demi masa depan bersama,” ujarnya.
Romo Edi mengharapkan agar umat dapat mengimplementasikan iman secara nyata dengan menjaga lingkungan yang bersih, indah, dan sehat. Kepedulian terhadap alam bukan hanya demi saat ini, tetapi juga untuk keberlangsungan generasi mendatang.
Senada dengan itu, Pastor Paroki Gedangan, Romo Benedictus Cahyo Christanto, SJ, mengingatkan pentingnya kesederhanaan dalam hidup berdasarkan teladan Santo Ignatius Loyola. Romo Benedictus menjelaskan bahwa kesederhanaan bukan berarti tidak memiliki apa-apa maupun berlebihan, tetapi cukup sesuai kebutuhan.
Ia mencontohkan penggunaan alat komunikasi sebagai gambaran hidup sederhana. Idealnya, setiap orang memiliki satu telepon genggam untuk mengikuti perkembangan teknologi, tanpa berlebihan. Sikap sederhana ini diharapkan tetap terjaga di tengah kemajuan zaman dan modernitas.
Romo Benedictus menegaskan pentingnya menjadi pribadi yang bijaksana dan tidak terbelit oleh materi. “Tidak ekstrim, tidak berlebihan, menggunakan segala sesuatu sesuai perkembangan agar membawa kebaikan,” ujarnya menutup penjelasannya.
Ajakan hidup sederhana dan peduli terhadap lingkungan dalam peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Katedral Jakarta ini menjadi refleksi penting bagi umat Katolik untuk menata kembali gaya hidup yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan