Media Kampung – Hampir enam ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di kota suci Madinah, Arab Saudi, dan segera diimbau untuk menjaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah.

Kedatangan mereka berlangsung pada 22 April 2026 melalui penerbangan khusus yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan penumpang mayoritas berada pada rentang usia 55 tahun ke atas.

Setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, jemaah langsung dipindahkan ke akomodasi resmi yang telah dipersiapkan oleh Kedutaan Besar RI di Riyadh.

Setiap kelompok ditemani oleh tim medis dan pembina yang bertugas memantau kondisi fisik serta memberikan panduan kesehatan harian.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menegaskan, “Sebagian besar jemaah haji kami merupakan lansia, sehingga penting untuk membatasi pergerakan dan menghindari aktivitas berlebihan demi kesehatan.”

Ia menambahkan bahwa jemaah dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan tetap terhidrasi sepanjang berada di Tanah Suci.

Pihak Saudi Arabia juga menerapkan prosedur skrining suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan rutin di setiap titik masuk wilayah Madinah.

Jika terdapat gejala demam atau gangguan pernapasan, jemaah akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk oleh otoritas setempat.

Data awal menunjukkan tidak ada kasus COVID-19 atau penyakit menular lain yang terdeteksi pada gelombang pertama ini.

Selain itu, otoritas Madinah menyediakan area hijau terbuka untuk jemaah beristirahat, guna meminimalkan paparan sinar matahari berlebih.

Pemerintah Indonesia menyiapkan tim relawan yang siap membantu jemaah dalam hal transportasi, logistik, serta koordinasi dengan pihak rumah sakit lokal.

Setiap hari, para pembina mengadakan sesi edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan dan memakai masker bila diperlukan.

Para jemaah juga diminta untuk menghindari kerumunan di tempat ibadah selain yang telah dijadwalkan secara resmi.

Langkah ini sejalan dengan pedoman Kementerian Kesehatan RI yang menekankan pencegahan komplikasi pada kelompok usia rentan.

Di samping aspek medis, tim keagamaan memastikan bahwa semua ritual haji dapat dilaksanakan sesuai jadwal tanpa mengorbankan kesehatan.

Para jemaah dijadwalkan mengunjungi Masjid Nabawi pada sore hari, mengingat suhu udara yang lebih sejuk pada waktu tersebut.

Pada malam pertama, sebagian jemaah melaporkan kondisi tubuh yang terasa segar setelah istirahat cukup di akomodasi.

Pengawas haji menegaskan bahwa kebijakan pembatasan aktivitas bersifat sementara dan dapat disesuaikan berdasarkan evaluasi medis harian.

Jika diperlukan, jemaah yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan dapat diberikan cuti singkat dari agenda ibadah.

Seluruh langkah tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang aman bagi jemaah haji, terutama mereka yang berusia lanjut.

Hingga saat ini, tidak ada laporan insiden kesehatan serius di antara hampir enam ribu jemaah yang baru tiba.

Kondisi kesehatan secara umum dinilai stabil, dan tim medis terus memantau perkembangan untuk memastikan ibadah berjalan lancar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.