Peristiwa penting bulan Syaban menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadan ini menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam. Selain dikenal sebagai waktu persiapan menuju Ramadan, Syaban juga menjadi saksi turunnya sejumlah perintah dan ketetapan penting dalam syariat Islam.

Salah satu peristiwa penting bulan Syaban adalah peralihan arah kiblat umat Islam. Pada pertengahan Syaban tahun ke-2 Hijriah, Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsa di Yerusalem menuju Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Sejumlah ulama tafsir menjelaskan bahwa perintah ini turun bertepatan dengan malam pertengahan Syaban. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting yang menegaskan identitas umat Islam sekaligus mencerminkan ketaatan penuh terhadap wahyu Allah SWT.

Selain peralihan kiblat, peristiwa penting bulan Syaban juga ditandai dengan turunnya ayat yang menganjurkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat tersebut termaktub dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Sejumlah ulama, di antaranya Ibnu Abi Shai Al-Yamani dan Ibnu Hajar Al-Asqalani, menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan pada bulan Syaban tahun ke-2 Hijriah. Karena itu, Syaban dikenal sebagai bulan selawat, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak pujian dan doa kepada Rasulullah SAW.

Syaban juga dikenal sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa amalan tahunan manusia diangkat pada bulan ini, dan Rasulullah SAW menyukai amal tersebut diangkat dalam keadaan berpuasa. Hal inilah yang menjadi dasar anjuran memperbanyak ibadah di bulan Syaban, seperti puasa sunah, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar.

Peristiwa penting bulan Syaban lainnya adalah malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan. Malam ini diyakini sebagai waktu turunnya rahmat dan ampunan Allah SWT kepada hamba-Nya, kecuali bagi mereka yang masih terjerumus dalam permusuhan dan kesyirikan. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Lebih dari itu, Syaban juga menjadi fase persiapan menyambut Ramadan. Ibadah yang dikerjakan pada bulan ini membantu membangun konsistensi spiritual dan kesiapan mental, sehingga umat Islam dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan lebih khusyuk dan optimal. Dengan berbagai peristiwa penting yang terjadi, bulan Syaban menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan iman sebelum memasuki bulan suci Ramadan. (balqis)