Media Kampung, Jember – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak dari cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., S.Tr.Met., menyatakan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dapat terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang, dan Situbondo. “Untuk kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, potensi cuaca ekstrem pada hari ini dapat terjadi di sejumlah wilayah Tapal Kuda,” ujar Ganis.

Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Tapal Kuda masih dipengaruhi oleh musim kemarau. Pada pagi hari, cuaca di sebagian besar wilayah diprakirakan cerah hingga cerah berawan, yang kemudian akan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada sore hingga malam hari. Ganis juga menyebutkan bahwa suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan yang dapat mencapai 20 kilometer per jam.

Dalam rangka mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon atau baliho yang berpotensi roboh. Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa kondisi dan struktur bangunan agar tetap aman. Pengguna kendaraan diharapkan untuk lebih berhati-hati, terutama di lokasi yang terbuka, karena hembusan angin dari arah samping dapat mengganggu keseimbangan kendaraan.

Selain peringatan cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan. Dalam waktu tiga hari ke depan, ketinggian gelombang di perairan Banyuwangi, perairan Situbondo bagian timur, perairan utara Pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Badung diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, gelombang di perairan selatan Pulau Bali diperkirakan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter, yang masuk kategori tinggi. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.

BMKG juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur. Tingkat kewaspadaan karhutla di beberapa wilayah berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Berdasarkan pemantauan titik panas atau hotspot, beberapa wilayah Tapal Kuda, termasuk Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang, terpantau memiliki jumlah hotspot yang cukup tinggi di Jawa Timur. Ganis mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara terbuka atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan kering.