Media Kampung, Banyuwangi – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mengalami penurunan signifikan menjadi sekitar 8,5 kilometer hingga tanggal 29 September 2026 pukul 12.00 WIB. Penurunan ini terjadi berkat penguatan layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa perusahaan terus menyesuaikan pola operasi dan memperkuat kapasitas angkut kapal untuk mempercepat penguraian antrean. Penyesuaian dilakukan secara dinamis dengan memperhatikan kapasitas kapal dan keselamatan pelayaran agar perjalanan masyarakat dan distribusi logistik tidak terganggu.
Optimalisasi Kapal dan Pengaturan Arus Kendaraan
ASDP mengoperasikan sebanyak 27 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Armada tersebut terdiri dari 14 kapal reguler yang melayani melalui Dermaga Movable Bridge (MB), sembilan kapal reguler melalui Dermaga Landing Craft Machine (LCM), serta empat kapal perbantuan dari Tanjung Balai (TBB). Pengoperasian armada ini diikuti dengan pengaturan arus kendaraan, pemuatan, keberangkatan, hingga proses bongkar di pelabuhan tujuan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menekankan pentingnya pengaturan muatan terutama karena mayoritas kendaraan yang antre merupakan kendaraan logistik. Setiap kendaraan disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta ketentuan keselamatan untuk menjaga kelancaran dan keamanan layanan.
Pemantauan dan Koordinasi untuk Penguraian Antrean
ASDP secara rutin memantau kondisi antrean di kedua sisi lintasan sebagai dasar penyesuaian distribusi kapal dan perjalanan. Pada sisi Gilimanuk, tidak terdapat antrean kendaraan hingga Selasa pagi, sehingga kapasitas angkut dialihkan untuk menangani kepadatan di sisi Ketapang.
Koordinasi juga dilakukan dengan regulator, kepolisian, operator kapal, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengoptimalkan proses bongkar-muat dan pengaturan arus kendaraan di pelabuhan, mencegah terbentuknya kepadatan baru dan memastikan pelayanan berjalan tertib, aman, dan terkendali.
Signifikansi Penurunan Antrean
Pendeknya antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang memberikan dampak positif bagi kelancaran perjalanan masyarakat dan distribusi logistik antar pulau Bali dan Jawa. Upaya optimalisasi armada dan pengaturan operasional ini diharapkan dapat terus menekan antrean hingga kondisi kembali stabil, mendukung mobilitas yang lebih efisien dan aman.
Dengan langkah-langkah yang terukur dan koordinasi yang baik, ASDP berkomitmen menjaga kualitas layanan penyeberangan demi kepentingan masyarakat dan kelangsungan distribusi barang yang vital di wilayah tersebut.











Tinggalkan Balasan