Media Kampung, Ketapang – Waktu bongkar muat di Pelabuhan Ketapang resmi dipangkas dari 35 menit menjadi 15 menit mulai 28 September 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di jalur menuju pelabuhan sekaligus meningkatkan kapasitas angkut kapal secara signifikan.

Pengurangan waktu bongkar muat tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama stakeholder pelabuhan seperti ASDP, KSOP, BPTD, Gapasdap, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan TNI. Rapat bersama yang diadakan pada Senin siang itu menyepakati bahwa proses bongkar muat, baik di dermaga LCM maupun dermaga MB, dapat dipercepat untuk memungkinkan penambahan trip kapal setiap harinya.

Percepatan Proses Bongkar Muat

Bambang Haryo Soekartono mengungkapkan bahwa sebelumnya waktu bongkar muat memakan waktu sekitar 35 menit, namun dengan skema baru ini waktu tersebut dipangkas menjadi hanya 15 menit. Pengusaha pelabuhan dan seluruh operator kapal telah menyepakati langkah ini demi mempercepat proses bongkar muat. Bambang juga sudah mencoba langsung proses tersebut dan meyakini waktu 15 menit sangat realistis jika dijalankan dengan baik.

Dengan pemangkasan waktu bongkar muat ini, kapasitas angkut kapal diperkirakan meningkat lebih dari 50 persen per hari. Hal ini juga menjadi solusi untuk menggantikan kapasitas angkut yang turun akibat peningkatan kapasitas dermaga MB 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang yang kini berkapasitas 50 ton.

Implementasi dan Dukungan Stakeholder

Skema pemangkasan waktu bongkar muat ini langsung diberlakukan sejak sore hari pada tanggal 28 September 2026. General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyatakan semua pihak seperti Gapasdap, KSOP, dan BPTD mendukung penuh pelaksanaan kebijakan ini. Diharapkan tidak ada lagi perlambatan dalam proses bongkar muat sehingga antrean kendaraan di luar pelabuhan dapat berkurang secara signifikan.

Media Syahrianto menambahkan bahwa komitmen seluruh operator kapal sangat diperlukan agar skema ini berjalan efektif. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan optimal hanya dapat dicapai apabila kondisi cuaca mendukung.

Peningkatan Infrastruktur Pelabuhan

Selain percepatan waktu bongkar muat, Bambang Haryo Soekartono juga meminta ASDP untuk mempercepat pekerjaan peningkatan kapasitas dermaga MB 2 Gilimanuk dan pengembangan dermaga ponton menjadi dermaga MB. Selain itu, ia mengusulkan perluasan dermaga LCM atau dermaga Plengsengan dengan menyambungkan dermaga yang sudah ada agar dapat melayani hingga empat kapal sekaligus. Usulan ini bertujuan untuk menambah satu pasang dermaga baru dan mendukung kelancaran bongkar muat di pelabuhan.

Manfaat dan Harapan

Percepatan proses bongkar muat dan peningkatan kapasitas dermaga diharapkan dapat mengurai kemacetan yang selama ini menjadi masalah utama di Pelabuhan Ketapang. Dengan lebih banyak trip kapal per hari dan proses bongkar muat yang lebih cepat, distribusi kendaraan dan barang antar Pulau Jawa dan Bali akan lebih efisien.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan layanan transportasi laut dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional melalui penguatan infrastruktur pelabuhan.