Media Kampung – Upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif pelaku usaha, khususnya perempuan yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui produk pangan yang sehat, bergizi, dan tetap mengangkat kekayaan kuliner lokal, anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Malang terus berkontribusi dalam membangun pola konsumsi yang lebih baik bagi masyarakat sejak usia dini.
Edukasi mengenai pentingnya makanan bergizi sekaligus pelestarian camilan tradisional menjadi bagian dari langkah nyata yang dilakukan para pelaku UMKM di Kota Malang. Anggota IWAPI Kota Malang, Ira Kurniawati, A.Md.A.B., yang mengembangkan usaha katering untuk anak sekolah, mengatakan bahwa penyediaan makanan bergizi sejak usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Melalui layanan katering yang disiapkannya, ia berupaya menghadirkan menu yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga menarik sehingga disukai oleh para siswa.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu mereka harus dibiasakan mengonsumsi makanan yang bergizi, seimbang, dan aman sejak dini. Kami berusaha menyusun menu yang sesuai kebutuhan anak TK dan SD agar mereka mendapatkan asupan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang serta semangat belajar di sekolah. Kami berharap kebiasaan makan sehat ini menjadi fondasi bagi terwujudnya Generasi Emas Indonesia,” ujar Ira Kurniawati kepada RRI Malang pada Senin (28/6/2026).
Sementara itu, Ketua atau anggota IWAPI Kota Malang, Indrywati Puspitarini, S.E., yang mengembangkan UMKM camilan tradisional Carang Mas dan telah memasarkan produknya di berbagai toko oleh-oleh di Malang, menilai bahwa makanan tradisional juga memiliki nilai gizi sekaligus nilai budaya yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, di tengah maraknya camilan modern, produk tradisional tetap memiliki tempat apabila dikemas secara menarik, higienis, dan berkualitas.
“Carang Mas bukan sekadar camilan khas, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang harus kita lestarikan. Generasi muda perlu dikenalkan kembali pada makanan tradisional agar mereka bangga terhadap produk lokal. Dengan inovasi kemasan, kualitas yang terjaga, dan pemasaran yang lebih luas, camilan tradisional dapat bersaing sekaligus menjadi pilihan yang lebih bernilai dibandingkan makanan instan. Kami ingin produk UMKM lokal ikut mendukung pola konsumsi yang sehat sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Indrywati Puspitarini.
Melalui semangat kolaborasi di bawah naungan IWAPI Kota Malang, para pelaku UMKM berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan bergizi dan kecintaan terhadap pangan lokal terus meningkat. Sinergi antara penyedia makanan sehat untuk anak sekolah dan pelaku usaha camilan tradisional menjadi bukti bahwa UMKM perempuan mampu mengambil peran strategis dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta tetap mencintai budaya kuliner Indonesia sebagai bekal menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan