Media Kampung – Wali Kota Mojokerto mengambil langkah tegas untuk memperkuat standar operasional program MBG dengan meningkatkan jumlah SPPG menjadi 28 unit. Langkah ini bertujuan memperkuat efektivitas program serta mendorong integrasi dengan koperasi guna mendukung sirkular ekonomi di desa.

Program MBG yang selama ini berjalan dinilai membutuhkan standarisasi yang lebih ketat agar hasilnya maksimal. Dengan penambahan jumlah SPPG, pemerintah kota berupaya menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat desa. Selain itu, integrasi SPPG dengan koperasi setempat diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi seluruh pihak terkait.

Wali Kota Mojokerto menegaskan pentingnya penerapan standar operasional prosedur yang konsisten dalam MBG. Penambahan SPPG dari jumlah sebelumnya ke 28 unit menjadi salah satu upaya konkret untuk memastikan program ini berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Integrasi dengan koperasi juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat perekonomian desa melalui mekanisme sirkular yang lebih efektif dan efisien.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kualitas dan kuantitas layanan MBG di Mojokerto. Dengan standar yang diperkuat dan jumlah SPPG yang lebih banyak, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat desa serta perekonomian lokal.

Implementasi kebijakan ini terus dimonitor agar target peningkatan ekonomi dan kualitas hidup di desa dapat tercapai secara optimal. Pemerintah Kota Mojokerto berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan program MBG agar mampu memberikan kontribusi nyata pada kemajuan daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.