Media Kampung, Kediri – Kejuaraan Barongsai pertama kalinya diadakan di Kota Kediri, melibatkan 25 regu dari wilayah se-Jawa hingga Bali. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri sebagai bagian dari program sport tourism yang bertujuan untuk mempromosikan olahraga dan budaya lokal. Penilaian dalam kejuaraan ini mencakup dua aspek utama, yaitu kecepatan dan unsur seni. Mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur, dengan kehadiran kontingen dari DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Kejuaraan ini berlangsung selama dua hari di Gelanggang Olahraga Jayabaya. Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menjelaskan, “Ini baru pertama kali diadakan di Kota Kediri. KONI sangat mendukung karena Barongsai juga menjadi salah satu olahraga unggulan yang meraih juara umum pada Pekan Olahraga Budaya (POB) Kota Kediri sebelumnya.” Kota Kediri mengirimkan perwakilan di tiga kategori lomba, mencakup nomor seni dan kecepatan.
Perlombaan ini menjadi ajang persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 di Surabaya. Setelah meraih tiga medali emas pada ajang sebelumnya, KONI Kota Kediri menargetkan peningkatan menjadi empat medali emas pada ajang mendatang. “Peserta yang hadir adalah lawan yang sama yang akan ditemui di Porprov nanti, termasuk dari Jawa Barat dan DKI Jakarta. Ini sekaligus menjadi ajang latih tanding untuk mengevaluasi kesiapan tim,” tambahnya.
Kejuaraan Barongsai ini menjadi bagian dari rangkaian agenda olahraga KONI Kota Kediri, menyusul pelaksanaan Wushu Nasional yang diadakan pada 16 September, serta kejuaraan atletik dan Tarung Derajat yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Kota Kediri merupakan juara bertahan di ajang POB dan penyelenggara berencana menjadikan kejuaraan Barongsai ini sebagai agenda tahunan.
Regenerasi atlet juga terus dilakukan melalui keanggotaan di Persatuan Olahraga Barongsai Indonesia (POBI) untuk memperkuat pembinaan jangka panjang. Chandra Wurianto Woo, Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Provinsi Jawa Timur, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kejuaraan ini. Ia berterima kasih kepada seluruh panitia dan Pemkot Kediri serta KONI Kota Kediri atas dukungan dalam perkembangan olahraga Barongsai.
“Kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa olahraga Barongsai terus berkembang dan mampu menjadi wadah kompetisi sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah,” ujarnya. Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga meningkatkan prestasi, sportivitas, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan. Peserta diharapkan menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan menikmati setiap proses perlombaan. “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk penyelenggaraan kejuaraan-kejuaraan berikutnya dan semakin membawa olahraga Barongsai menuju prestasi yang lebih tinggi,” tutupnya.














