Media Kampung – 16 April 2026 | Pasar Banyuwangi nyaris selesai dibangun dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kini memulai penataan serta penempatan pedagang di dalamnya, menjelang serah terima aset dari Kementerian PU. Proses ini diharapkan meningkatkan kualitas pasar sekaligus menjadikannya destinasi wisata regional.
Pembangunan pasar baru dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan target penyelesaian akhir pada bulan April 2024. Sebelum penyerahan resmi, pihak pemda akan melakukan serangkaian pengecekan teknis untuk memastikan tidak ada kekurangan.
Sosialisasi tata kelola pasar dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada 15 April 2024 di Gedung Juang 45 Banyuwangi, menargetkan puluhan pedagang zona basah seperti daging, ikan, buah, dan sayur. Acara tersebut memperkenalkan kondisi fisik pasar baru serta prosedur penataan lapak kepada para pedagang.
Pasar akan terbagi menjadi zona basah, zona kering, dan area kuliner, masing‑masing dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Penempatan pedagang akan dilakukan melalui sistem undian yang mempertimbangkan zona dan jumlah los yang tersedia.
Selain fungsi sebagai pasar rakyat, proyek ini diproyeksikan menjadi ikon budaya dan destinasi wisata yang menarik pengunjung lokal serta luar daerah. Pengelolaan modern diharapkan menambah nilai ekonomi dan memperkuat citra Banyuwangi sebagai kota kreatif.
Fasilitas baru mencakup akses jalan lebar, area parkir, pusat oleh‑oleh, ruang pameran kerajinan, serta area untuk event dan festival budaya. Ruang serbaguna ini dirancang untuk menampung kegiatan komunitas dan atraksi yang dapat meningkatkan arus wisatawan.
“Konsep baru ini diharapkan membawa dampak positif bagi pedagang, menjadikan pasar sebagai titik kumpul warga dan wisatawan, serta mendorong standar kebersihan dan keramahan,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suratno. Ia menambahkan bahwa pasar akan menjadi jujugan bagi semua kalangan.
Kepala Diskoperindag Nanin Oktaviatie menyatakan revitalisasi diperkirakan rampung pada April, namun penyerahan resmi masih memerlukan beberapa tahapan. Menurutnya, pedagang berharap dapat menempati pasar paling lambat akhir tahun setelah proses finalisasi selesai.
Total terdapat 801 los yang akan diisi oleh pedagang eksisting, dengan ukuran standar sekitar 2 x 1,5 meter sesuai regulasi pasar rakyat. Penempatan los akan dilakukan secara acak melalui undian, memastikan distribusi yang adil antar zona.
Lutfi, penjual ayam potong, menyambut baik fasilitas baru, menilai akses jalan lebih lebar dan ruang yang lebih representatif akan meningkatkan penjualan. Ia berharap pengunjung semakin senang datang sehingga usahanya tetap laku.
Sudirman, Ketua Paguyuban Pedagang dan PKL Pasar, mengingat adanya keluhan sebelumnya mengenai ukuran los yang dianggap kecil, namun menjelaskan standar tersebut sudah sesuai regulasi. Ia optimis konsep pasar modern yang terintegrasi dengan wisata akan memberi kenyamanan dan meningkatkan jumlah pembeli.
Dengan tahapan pengecekan dan penataan yang sedang berlangsung, pasar diperkirakan dapat dibuka untuk umum pada akhir tahun 2024 setelah proses serah terima selesai. Pemkab terus berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk mempercepat penyelesaian dan memastikan operasional pasar berjalan lancar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan