Media Kampung – 15 April 2026 | Sejumlah tumpukan sabut kelapa milik UD Sumber Kelapa di Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, terbakar pada Senin malam, 13 April 2024, akibat puntung rokok yang tidak dipadamkan.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di lokasi usaha yang beralamat di Jalan Hasanudin, Dusun Krajan, RT 002/RW 007, menimbulkan asap tebal yang cepat menyebar ke lingkungan sekitar.
Api pertama muncul dari tumpukan serabut kelapa yang berukuran kira-kira 15 x 10 meter, kemudian meluas ke atap bangunan yang terbuat dari kayu dan asbes.
Pekerja di gudang segera melaporkan insiden tersebut kepada Damkar Banyuwangi, sehingga delapan personel gabungan dari sektor Srono, Genteng, dan Redkar dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Saat petugas tiba, api masih menyala di bagian dalam tumpukan sabut, sehingga mereka harus membongkar susunan serabut untuk menekan sumber panas yang tersembunyi.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar, Salam Bikwanto, menjelaskan bahwa sabut kelapa memiliki sifat menyimpan panas yang tinggi, sehingga bara dapat bertahan lama di dalamnya.
Petugas melakukan penyemprotan air secara intensif, sekaligus mengurai tumpukan sabut kelapa untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa, dan akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 22.01 WIB.
Setelah pemadaman utama, tim melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh hingga pukul 22.38 WIB untuk mencegah penyalaan ulang.
Kerusakan meliputi tumpukan sabut kelapa yang hangus total, sebagian atap bangunan, serta kerusakan minor pada struktur asbes, sementara tidak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan.
“Karakter sabut kelapa mudah menyimpan panas, sehingga bara api bisa bertahan di bagian dalam. Karena itu petugas melakukan penyemprotan, pengecoran air secara intensif, sekaligus mengurai tumpukan sabut agar titik api padam total dan tidak terjadi penyalaan ulang,” kata Salam Bikwanto.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang tidak dibuang dengan benar dan jatuh pada tumpukan sabut kelapa, memicu percikan api yang cepat meluas.
Pihak berwenang menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian material masih dalam proses perhitungan, mengingat nilai ekonomis sabut kelapa dan struktur atap yang rusak.
Insiden ini menambah catatan kasus kebakaran terkait sampah rokok di wilayah Jawa Timur, mengingat banyak usaha pertanian dan pengolahan bahan organik yang menyimpan material mudah terbakar.
Pakar kebakaran menekankan pentingnya disiplin buang puntung rokok di area industri, serta perlunya penyediaan tempat pembuangan puntung rokok yang aman untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga saat penulisan, lokasi kebakaran telah dinyatakan aman, dan pihak UD Sumber Kelapa sedang menyiapkan langkah pemulihan serta evaluasi prosedur keamanan kebakaran untuk mencegah risiko di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan