Media Kampung – 04 April 2026 | Damkarmat Banyuwangi pada Jumat, 3 April 2024, berhasil mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terperosok ke dalam sumur kedalaman kira‑kira 12 meter di Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari. Insiden tersebut menarik perhatian publik setempat karena melibatkan hewan ternak berharga dan menuntut penanganan cepat dari tim penyelamat.
Laporan pertama diterima oleh Call Center Damkarmat sekitar pukul 08.37 WIB, dan dalam hitungan menit Regu Brama 3 dikerahkan menuju lokasi dengan mobil penanggulangan bencana. Tim tiba di lokasi pada pukul 09.11 WIB, menemukan sumur berisi air yang masih mengalir serta sapi yang terperangkap di kedalaman tersebut.
Sebelum memulai pengangkatan, petugas menurunkan debit air menggunakan mesin pompa berkapasitas tinggi untuk mengurangi tekanan dan memudahkan akses ke dalam sumur. Proses penurunan debit berlangsung selama beberapa menit, menghasilkan penurunan permukaan air yang signifikan sehingga tim dapat menyiapkan peralatan selanjutnya.
Selanjutnya, tubuh sapi diikat dengan tali karmantel khusus yang dirancang untuk menahan beban berat tanpa merusak jaringan hewan. Pengangkatan dilakukan dengan hand winch rescue yang dipasang pada tripod, dimana tenaga mekanik dan koordinasi antara tim serta warga setempat memastikan sapi terangkat secara stabil.
Evakuasi berlangsung selama lebih kurang satu jam, dimulai pada pukul 09.15 WIB dan berakhir pada pukul 10.16 WIB, dengan hasil sapi berhasil diangkat dalam keadaan hidup dan tidak mengalami cedera serius. Setelah mencapai permukaan, sapi langsung dibawa ke area aman di tepi sumur untuk pemeriksaan singkat oleh petugas medis hewan.
Salam Bikwanto, Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, menyatakan bahwa prosedur penurunan debit air dan penggunaan peralatan khusus merupakan standar operasional dalam penanganan kasus serupa. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara tim penyelamat dan masyarakat sekitar untuk mempercepat respons dan meminimalkan risiko bagi hewan serta lingkungan.
Setelah proses evakuasi selesai, sapi tersebut diserahkan kembali kepada pemiliknya, seorang petani bernama Paidi, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tim penyelamat. Paidi mengapresiasi kecepatan respons dan profesionalisme Damkarmat, serta berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Insiden ini menegaskan peran vital Damkarmat sebagai lembaga penanggulangan bencana di tingkat kabupaten, terutama dalam menangani situasi darurat di daerah pedesaan yang sering kali memiliki infrastruktur terbatas. Regu‑regu yang dilatih secara rutin kini memiliki pengalaman praktis dalam mengatasi tantangan teknis seperti penurunan debit air dan pengangkatan beban berat di lingkungan terbatas.
Kejadian serupa dapat diminimalisir melalui edukasi warga tentang penempatan sumur yang aman serta prosedur darurat yang harus diikuti bila hewan atau manusia terperangkap. Damkarmat berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas responnya melalui pelatihan berkala, peningkatan peralatan, dan kerja sama lintas lembaga guna meningkatkan keselamatan masyarakat banyuwangi secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan