Media Kampung – 11 April 2026 | Gus Yahya, tokoh senior Nahdlatul Ulama, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia sebagai respons terhadap dinamika konflik global.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi kebijakan publik yang diadakan di Jakarta pada Senin sore.

“Kita harus memperkokoh jaringan sosial agar masyarakat mampu bertahan di tengah gejolak internasional,” tegas Gus Yahya.

Konflik di Ukraina, ketegangan di Timur Tengah, serta persaingan geopolitik di wilayah Indo-Pasifik telah menimbulkan tekanan ekonomi dan sosial yang meluas.

Fenomena tersebut meningkatkan risiko penyebaran disinformasi, migrasi paksa, dan ketidakpastian pasar bagi negara-negara berkembang.

Ketahanan sosial dipahami sebagai kemampuan kolektif masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, keamanan, serta kesejahteraan bersama.

Gus Yahya menambahkan bahwa upaya tersebut memerlukan sinergi antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan.

Ia mengusulkan program pendidikan kewarganegaraan yang menekankan toleransi, serta dialog antarumat beragama sebagai bagian integral dari strategi nasional.

Pelatihan keterampilan kerja dan jaringan bantuan sosial juga diharapkan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi rumah tangga.

Data PBB menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pengungsi internasional dalam lima tahun terakhir, yang berdampak pada beban sosial di negara tujuan.

Indonesia, dengan posisi strategis di jalur perdagangan dunia, tidak luput dari potensi dampak spillover ekonomi dan keamanan.

Sejarah NU dalam mempromosikan perdamaian dan persatuan memberi landasan kuat untuk menggerakkan aksi kolektif.

Dalam konteks tersebut, Gus Yahya menilai peran NU sebagai agen perubahan sosial yang dapat memperkuat jaringan kepercayaan antarwarga.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menanggapi dengan menyatakan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam memperkuat ketahanan sosial.

“Penguatan ketahanan sosial tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah, lembaga agama, dan masyarakat sipil,” ujar menteri dalam pernyataan resmi.

Gus Yahya menegaskan komitmen NU untuk terus menggerakkan inisiatif pendidikan, bantuan sosial, dan dialog inklusif.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun ketahanan sosial yang tangguh menghadapi dinamika global.

Dengan sinergi yang terkoordinasi, Indonesia diharapkan dapat mengurangi kerentanan sosial dan menjaga stabilitas nasional di tengah tantangan dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.