Media Kampung – 09 April 2026 | Andre Rosiade, Ketua KADIN, menekankan pentingnya peran negara dalam mengatasi polemik gula rafinasi. Ia menuntut langkah konkret serta dukungan BUMN untuk impor guna mengurangi beban keuangan.

Pemerintah tengah menghadapi tekanan dari produsen gula domestik yang menolak impor gula halus karena dianggap mengancam industri lokal. Namun, kenaikan harga gula dunia dan kelangkaan pasokan memperparah situasi pasar domestik.

Rosiade menilai kebijakan importasi harus selaras dengan kepentingan industri dalam negeri dan konsumen. Ia menyoroti perlunya mekanisme penyaluran yang transparan agar tidak menimbulkan distorsi harga.

Dalam pertemuan dengan pejabat Kementerian Perdagangan, Rosiade menyampaikan bahwa BUMN dapat menjadi jembatan dalam proses impor. Ia menambahkan bahwa peran BUMN dapat meminimalkan biaya logistik dan administrasi.

Pemerintah sebelumnya mengeluarkan regulasi yang membatasi impor gula rafinasi untuk melindungi produsen lokal. Kebijakan tersebut mendapat kritik karena dianggap mengabaikan realitas pasar global.

Baca juga:

Rosiade menegaskan bahwa regulasi harus fleksibel dan berbasis data. Ia mengusulkan evaluasi periodik terhadap kuota impor dan tarif bea masuk.

Dalam sambutannya, ia mencontohkan negara lain yang berhasil menyeimbangkan antara produksi domestik dan impor strategis. Contohnya, Thailand dan Vietnam mengoptimalkan peran BUMN dalam rantai pasok gula.

Rosiade menambah bahwa dukungan finansial pemerintah, termasuk kredit lunak, dapat memperkuat kapasitas pabrik gula domestik. Langkah ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada impor jangka panjang.

Sektor swasta juga diharapkan berperan aktif dalam inovasi proses rafinasi. Teknologi baru dapat meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan biaya operasional.

Pemerintah menanggapi dengan menyatakan akan membentuk tim khusus yang melibatkan KADIN, Kementerian Perdagangan, dan BUMN. Tim tersebut akan menyiapkan rekomendasi kebijakan dalam tiga bulan ke depan.

Tim ini akan meninjau aspek keamanan pangan, stabilitas harga, serta dampak sosial pada petani tebu. Hasilnya akan dipublikasikan untuk memastikan transparansi.

Baca juga:

Kritikus pasar mengingatkan bahwa kebijakan impor harus diimbangi dengan perlindungan pada petani kecil. Tanpa dukungan yang memadai, mereka berisiko kehilangan pangsa pasar.

Rosiade menanggapi dengan menekankan pentingnya skema subsidi atau insentif bagi petani. Ia menyebutkan bahwa kebijakan holistik akan menyeimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan.

Pemerintah juga sedang menyiapkan program pelatihan teknis bagi pengusaha gula. Program ini diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam proses rafinasi modern.

Jika kebijakan impor dan dukungan BUMN berjalan efektif, diharapkan harga gula di pasar domestik stabil dalam jangka menengah. Stabilitas harga akan berdampak positif pada biaya produksi makanan dan minuman.

Andre Rosiade menutup pertemuan dengan harapan bahwa sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dapat menyelesaikan polemik gula rafinasi. Ia menegaskan komitmen KADIN untuk terus memantau perkembangan dan memberikan masukan konstruktif.

Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia berupaya memastikan pasokan gula yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan bagi konsumen serta industri. Kondisi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.