Media Kampung, Aceh – Keluarga Muhammad Rasya Fadhillah, mahasiswa pelayaran di salah satu Politeknik Pelayaran (Poltekpel) di Aceh, mendesak penyelidikan menyeluruh atas kematian putranya yang terjadi saat mengikuti masa orientasi atau ospek hampir sebulan. Rasya, taruna D-III Studi Nautika asal Lhokseumawe, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu (27/9) sore.
Kematian Rasya memicu pertanyaan dari keluarga terkait kondisi tubuhnya sebelum meninggal. Ibunda Rasya, Laila, menyatakan adanya sejumlah perubahan fisik yang mencurigakan pada jenazah, seperti memar di area mata, leher, hidung, lengan, dan perut. Hal ini membuat keluarga menuntut agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan awal, melainkan dilakukan pemeriksaan medis dan forensik yang komprehensif untuk memastikan penyebab kematian.
Permintaan Keadilan dari Keluarga
Laila menegaskan keinginan keluarga untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan atas kematian Rasya. Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas dan mengungkap fakta sebenarnya terkait kondisi yang dialami sang anak selama mengikuti ospek di Poltekpel. Menurutnya, keluarga sangat membutuhkan kepastian agar tidak ada spekulasi yang merugikan dan untuk menghormati hak Rasya sebagai korban.
Proses Penyelidikan Polisi
Pihak kepolisian Polresta Banda Aceh, melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait kematian Rasya. Penyelidik telah mengunjungi lokasi kejadian di Poltekpel serta rumah sakit tempat jenazah disemayamkan. Berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik dan medis yang menangani Rasya sebelum meninggal, sudah dimintai keterangan.
Polisi juga mengandalkan hasil pemeriksaan forensik, termasuk CT scan, untuk mengetahui penyebab kematian secara medis. Namun, hasil resmi pemeriksaan tersebut masih belum keluar dan diperkirakan baru dapat diketahui dalam beberapa hari ke depan. Miftahuda menambahkan bahwa berdasarkan informasi awal dari tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah Rasya, meskipun penyelidikan masih terus berlanjut.
Langkah Selanjutnya dan Harapan Keluarga
Polisi berkomitmen untuk mendalami keterangan dari berbagai saksi dan pihak terkait guna mendapatkan gambaran lengkap sebelum mengambil langkah hukum selanjutnya. Sementara itu, keluarga Rasya tetap berharap agar proses penyelidikan dapat berjalan transparan dan profesional agar keadilan bagi korban dapat terwujud.
Kematian seorang mahasiswa pelayaran di tengah proses pembelajaran di Poltekpel Aceh menimbulkan keprihatinan dan perhatian dari berbagai pihak. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap mahasiswa selama mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik.












Tinggalkan Balasan