Media KampungVerona, siswi SMA Negeri 3 Kalabahi, menyerahkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Mu’ti saat peresmian revitalisasi SMAN 9 Kota Kupang, menandai terwujudnya ruang kelas baru, meja, dan kursi yang ditunggu.

Perjalanan Verona menempuh 267 km dari Kalabahi ke Kupang dengan penerbangan selama sekitar 1,5 jam, ditemani guru pendampingnya.

Acara tersebut merupakan peluncuran pembangunan kembali gedung SMAN 9, yang dihadiri oleh Menteri serta pejabat pendidikan setempat.

Dalam suratnya, Verona mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Menteri yang memungkinkan SMA Negeri 3 Kalabahi menerima dana revitalisasi tahun anggaran 2025.

Ia menuturkan bahwa selama hampir sembilan tahun sekolahnya berjuang dengan bangunan rapuh, lantai berbatu, dan suhu panas yang menyiksa.

“Dahulu kami belajar di ruangan darurat, hanya tripleks dan lantai tanah, bahkan hujan menggenangi kami saat belajar,” ujar Verona pada Selasa (5/5).

Revitalisasi kini menyediakan dua ruang kelas baru, satu laboratorium komputer, serta satu toilet lengkap dengan sanitasi.

Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1.740.529.000, setara sekitar 1,74 miliar rupiah.

Kepala sekolah Leti Waang menjelaskan rincian tersebut, menekankan bahwa semua perabotan laboratorium, meja, kursi, dan lemari telah terpasang lengkap.

Verona menyatakan rasa nyaman yang luar biasa karena ruangan baru tidak lagi panas, berisik, atau basah akibat hujan.

“Ruangan kami sangat sejuk, besar, dengan kursi empuk, sehingga tidak lagi terasa lelah saat belajar,” tambahnya.

Sebelumnya, dua siswa harus berbagi satu kursi; kini setiap siswa memiliki tempat duduk masing‑masing.

Verona berharap program serupa dapat berlanjut untuk adik‑adik yang akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan yang membuat mimpi menjadi nyata.

Revitalisasi ini menjadi titik balik bagi pendidikan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

SMA Negeri 3 Kalabahi, yang terletak di ibu kota Alor, kini dapat menawarkan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung prestasi.

Peningkatan fasilitas di SMAN 9 Kupang diharapkan memberi contoh bagi sekolah‑sekolah lain di wilayah timur Indonesia.

Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti dalam acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap pemerataan kualitas pendidikan.

Verona menutup suratnya dengan salam hangat, menyebut diri mereka “Anak Negeri Nusa Kenari” yang selalu membutuhkan kepedulian Bapak Menteri.

Dengan pembangunan selesai, siswa‑siswa SMA Negeri 3 Kalabahi kini dapat belajar di ruang yang nyaman, bersih, dan bebas gangguan.

Harapan besar menanti generasi berikutnya, yang kini memiliki fasilitas modern untuk menggapai cita‑cita.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.