Media KampungBawaslu Kota Pasuruan terus memperluas edukasi bagi pemilih pemula dengan memperkenalkan Massive Open Online Course (MOOC) Literasi Demokrasi kepada siswa SMAN 3 Pasuruan. Langkah ini menjadi strategi untuk membangun sinergi dengan lembaga pendidikan guna memperkuat fondasi demokrasi sejak dini.

Anggota Bawaslu Kota Pasuruan, Akhmad Marta Affandi, menekankan komitmen Bawaslu sebagai pusat literasi demokrasi inklusif, termasuk bagi pelajar. ‘Kami bertanggung jawab mencerdaskan pemilih, terutama yang baru pertama kali menggunakan hak pilih. MOOC ini diharapkan menjadikan mereka pemilih kritis dan cerdas,’ ujarnya.

Dalam sesi diskusi, siswa SMAN 3 Pasuruan antusias melontarkan pertanyaan kritis, terutama soal fenomena ‘serangan fajar’ atau politik uang. Mereka ingin tahu langkah Bawaslu dalam menindak praktik tersebut serta sanksi hukum bagi pelakunya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Bawaslu Kota Pasuruan, A. Sofyan Sauri, menjelaskan mekanisme pengawasan dan penindakan. ‘Politik uang adalah racun demokrasi. Bawaslu memiliki prosedur ketat dari pencegahan hingga penindakan bersama Sentra Gakkumdu,’ tegasnya.

Sofyan mengajak siswa untuk berani melaporkan indikasi politik uang di lingkungan mereka. Melalui MOOC berbasis digital, Bawaslu berharap pelajar dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja, sehingga kesadaran menjaga pemilu bersih dan adil tumbuh kuat di kalangan pemilih pemula di Kota Pasuruan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.