Media Kampung – Majelis Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi melantik Badan Pembina Harian (BPH), Mudir, dan Wakil Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) periode 2026 hingga 2030 dalam sebuah acara yang menonjolkan nilai keberlanjutan dan tajdid.
Upacara pelantikan dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dan dipimpin langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto.
Hamim Ilyas ditetapkan sebagai Ketua BPH baru, menggantikan posisi sebelumnya dengan mandat untuk memperkuat arah strategis organisasi.
Selain Hamim Ilyas, sejumlah tokoh terpilih mengisi posisi Mudir dan Wakil Mudir PUTM, masing-masing membawa keahlian dalam bidang pendidikan Islam dan pengembangan kurikulum.
Dalam sambutannya, Agung Danarto menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan, menyatakan, “Kita harus terus berinovasi dalam rangka keberlanjutan nilai‑nilai Islam yang menjadi landasan Muhammadiyah.”
Pelantikan ini mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat struktur kepemimpinan dan menyesuaikan program dengan tantangan zaman.
PUTM, sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan ulama dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan masyarakat modern.
Para pemimpin baru berjanji akan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, sekaligus mempertahankan nilai‑nilai tradisional.
Agenda strategis periode 2026‑2030 mencakup peningkatan kerjasama antar perguruan tinggi, pengembangan riset keagamaan, dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial.
Data internal menunjukkan bahwa lebih dari 70% lulusan PUTM telah berkontribusi pada lembaga keagamaan dan sosial di tingkat nasional.
Dengan struktur baru, BPH akan mengawasi implementasi program keberlanjutan yang mencakup penggunaan energi terbarukan di kampus-kampus anggota.
Rencana aksi mencakup instalasi panel surya di sejumlah kampus, pengelolaan limbah organik, serta kampanye pengurangan penggunaan plastik.
Tim kerja khusus telah dibentuk untuk memantau pencapaian target lingkungan hidup dalam jangka waktu lima tahun.
Kepala Sekretariat BPH, Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa laporan kemajuan akan dipublikasikan secara transparan setiap akhir tahun.
Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan anggota serta publik luas.
Selain fokus lingkungan, program tajdid menekankan pembaruan materi dakwah, memperkuat literasi digital, serta memperluas jaringan internasional.
Putaran kerja sama internasional akan melibatkan pertukaran dosen dan mahasiswa dengan institusi sejenis di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan metodologi pembelajaran modern menjadi prioritas utama.
Sejumlah dosen senior telah dijadwalkan mengikuti program sertifikasi internasional dalam bidang pendidikan tinggi.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pengajaran dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam konteks sosial, PUTM berkomitmen mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan berbasis nilai Islam.
Program ini akan dijalankan di wilayah-wilayah kurang beruntung, khususnya di daerah pedesaan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Kerjasama dengan lembaga keuangan syariah akan memfasilitasi pendanaan mikro bagi peserta pelatihan.
Para pemimpin baru menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, ekonomi, dan lingkungan untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
Sejumlah alumni PUTM menyambut baik perubahan struktur ini, menganggapnya sebagai langkah strategis untuk masa depan organisasi.
Mahasiswa aktif juga menantikan peningkatan fasilitas belajar, termasuk akses jaringan internet cepat dan ruang kolaboratif.
Seluruh proses pelantikan berlangsung secara tertib, dihadiri oleh ribuan anggota Muhammadiyah, tokoh pendidikan Islam, serta perwakilan media.
Acara tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Masjid Islamic Center, menegaskan harapan atas kelancaran program yang akan datang.
Keberhasilan pelantikan ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi Muhammadiyah dalam mewujudkan visi keberlanjutan dan tajdid di era digital.
Dengan kepemimpinan baru, BPH dan PUTM siap mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan teknologi demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan