Media Kampung – 08 April 2026 | Bupati Sidoarjo, Subandi, menanggapi keluhan warga mengenai bau tak sedap yang menyengat selama tiga bulan dari tumpukan sampah di TPS3R Desa Junwangi, Kecamatan Krian.
Ia menegaskan bahwa situasi tidak dapat dibiarkan karena wilayah yang padat penduduk dan dekat dengan fasilitas pendidikan, terutama bagi anak‑anak.
Pada inspeksi lapangan Rabu 8 April, Subandi memerintahkan pembersihan total yang akan dimulai keesokan harinya, dengan seluruh sampah diangkut sebelum penataan ulang.
Pemerintah daerah juga berencana membangun hangar tertutup untuk menampung proses pengelolaan sampah, guna menghilangkan bau dan meningkatkan efisiensi.
Hangar tersebut diharapkan dapat menjamin penanganan limbah secara sistematis dan mencegah pembuangan terbuka.
Selain itu, Pemkab akan mereformasi manajemen dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) baru yang bertanggung jawab penuh atas operasional TPS3R, termasuk armada dan sistem pemilahan.
Untuk mempercepat pembentukan KSM, desa diminta segera menggelar Musyawarah Desa agar pengurus terpilih memiliki legitimasi kuat.
Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi dan mengakui lemahnya manajemen sebelumnya menjadi penyebab utama.
Ke depan, TPS3R akan difokuskan pada pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat desa, sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke TPA.
Pemilahan ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan memperpanjang umur tempat pembuangan akhir.
Pemerintah juga akan menerapkan iuran atau retribusi yang akan disosialisasikan melalui RT/RW untuk mendukung operasional, namun Subandi menegaskan agar tidak memberatkan warga kurang mampu.
Ia menambahkan bahwa akan ada kriteria khusus sehingga kebijakan tidak menjadi beban bagi keluarga yang membutuhkan.
Kepala Ponpes Al Amanah Junwangi, KH. Nurcholis Misbah, mengapresiasi respons cepat pemerintah, mengingat bau tersebut mengganggu proses belajar dan ibadah santri.
Ia menyampaikan rasa terima kasih karena bupati meninjau lokasi setelah menerima laporan.
Warga melaporkan bau tak sedap terus berlanjut selama tiga bulan, menimbulkan keluhan kesehatan terutama pada anak‑anak dan lansia.
Puskesmas setempat mencatat sedikit peningkatan kasus iritasi pernapasan selama periode itu.
Pembersihan akan melibatkan truk municipal dan tenaga Dinas Pekerjaan Umum, diperkirakan selesai dalam 48 jam.
Setelah pengangkutan, area akan diratakan dan hangar baru dipasang, dengan target penyelesaian awal Mei.
KSM akan diberikan pelatihan tentang pemisahan sampah, jadwal pengumpulan, dan perawatan fasilitas baru.
Sesi pelatihan akan dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan LSM yang berpengalaman dalam pengelolaan limbah.
Pihak berwenang juga berencana melakukan pemantauan rutin untuk memastikan kepatuhan pada standar pengelolaan sampah.
Langkah ini sejalan dengan program lingkungan Sidoarjo yang bertujuan mengurangi pembuangan terbuka dan meningkatkan kesehatan publik.
Pejabat berharap upaya tersebut dapat mengembalikan kenyamanan lingkungan bagi warga Junwangi dan menjadi contoh bagi desa‑desa tetangga.
Bupati menutup kunjungan dengan menegaskan komitmen pemerintah menyelesaikan masalah secara cepat dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan