Media Kampung – KOSPI index melanjutkan rally historis pada awal Mei 2024, menembus level intraday 6.900 poin setelah serangkaian kebijakan yang mempermudah investor asing. Peningkatan ini terjadi bersamaan dengan penurunan minat beli investor ritel domestik.
Data dari Bursa Efek Korea menunjukkan bahwa pada minggu pertama Mei, investor individu menjual saham senilai 4,8 triliun won, sementara aliran masuk asing mencapai 3,2 triliun won. “Kami melihat pergeseran signifikan ke arah aliran modal luar negeri,” kata seorang analis di Woori Bank.
Reformasi akun omnibus yang diterapkan pada kuartal pertama 2024 menjadi faktor utama yang mendorong arus masuk tersebut. Sistem baru memungkinkan investor ritel asing mengakses pasar Korea secara langsung tanpa harus melalui entitas institusional.
Selain itu, mandat enkripsi data pribadi yang dikeluarkan oleh Otoritas Pengawas Keuangan (Financial Supervisory Service) pada Agustus 2022 kini berperan menurunkan hambatan regulatif bagi investor asing. Kebijakan tersebut memastikan data pribadi investor dilindungi, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Korea.
Menurut laporan MSN, trader kripto global juga beralih ke saham Korea sebagai alternatif setelah volatilitas pasar kripto meningkat. Mereka menilai KOSPI sebagai aset yang lebih stabil dan berpotensi memberikan imbal hasil menarik.
Penguatan KOSPI didukung oleh penurunan ketegangan geopolitik, khususnya meredanya konflik di wilayah Timur Tengah. Hal ini menurunkan biaya pinjaman global dan meningkatkan likuiditas pasar ekuitas Asia.
Dalam konteks makroekonomi, inflasi Korea pada Januari 2024 tercatat lebih tinggi dari perkiraan, namun tidak menghalangi kenaikan indeks. Investor asing tetap membeli saham-saham utama, mengantisipasi pertumbuhan laba perusahaan di kuartal berikutnya.
Bank Sentral Korea (Bank of Korea) juga menahan suku bunga pada level stabil, memberi sinyal kebijakan moneter yang mendukung pasar modal. Kebijakan ini memperkuat ekspektasi kenaikan harga saham dalam jangka menengah.
Sejumlah perusahaan teknologi dan manufaktur, termasuk Samsung dan Hyundai, mencatat kenaikan harga saham lebih dari 5% selama minggu tersebut. Kinerja kuat mereka menjadi magnet bagi dana asing yang mencari eksposur pada sektor inovatif.
Meski investor domestik melepas posisi, otoritas pasar berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi ritel melalui edukasi dan insentif pajak. Program “Investasi Cerdas” yang diluncurkan oleh Kementerian Keuangan menargetkan penambahan 10 juta investor baru pada akhir tahun.
Pengamat pasar memperkirakan KOSPI dapat menembus ambang 7.000 poin dalam kuartal kedua bila reformasi regulasi terus berlanjut dan aliran modal asing tetap kuat. “Kita berada pada fase transisi yang mengubah dinamika pasar Korea secara fundamental,” ujar seorang ekonom senior di mediakampung.com.
Dengan kombinasi kebijakan pro‑investor, stabilitas geopolitik, dan minat investor global yang meningkat, KOSPI index diproyeksikan akan mempertahankan tren naiknya dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan