Media Kampung – Trimegah Group resmi mengumumkan perubahan strategi bisnis dengan menghentikan penjualan merek mobil Jepang dan beralih mengembangkan jaringan dealer untuk mobil asal China, langkah yang diharapkan menyesuaikan dengan tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia.

Keputusan tersebut diumumkan pada akhir April 2026 melalui siaran pers resmi, menyusul laporan kinerja saham Trimegah di indeks Bisnis-27 yang mencatat kenaikan 1,33% menjadi Rp1.440 per lembar, mencerminkan antusiasme investor terhadap arah baru perusahaan.

Direktur Utama Trimegah, John Doe, menyatakan, “Peralihan ke mobil China didorong oleh permintaan konsumen yang semakin mengutamakan teknologi baterai dan harga kompetitif, sementara merek Jepang menghadapi penurunan penjualan dalam segmen menengah ke bawah.”

Strategi ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong adopsi kendaraan listrik melalui insentif fiskal, termasuk pembebasan bea masuk untuk komponen baterai dan subsidi pembelian kendaraan listrik hingga akhir 2026.

Trimegah Group menargetkan pembukaan minimal lima dealer baru merek China di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah pada kuartal berikutnya, dengan harapan meningkatkan pangsa pasar listrik dari 8% menjadi 15% dalam dua tahun.

Data internal menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Indonesia meningkat 42% pada kuartal pertama 2026, dengan merek China menyumbang 27% dari total penjualan listrik, menandakan potensi pertumbuhan yang signifikan bagi Trimegah.

Selain menambah jaringan dealer, Trimegah berencana mengembangkan pusat layanan purna jual khusus baterai, yang diharapkan dapat menurunkan biaya perawatan hingga 30% dibandingkan layanan standar untuk mobil konvensional.

Para analis pasar menilai langkah ini dapat memperkuat posisi Trimegah dalam segmen otomotif menengah, mengingat harga kendaraan China umumnya 10-15% lebih rendah daripada merek Jepang, sekaligus menawarkan fitur teknologi terkini.

Pergeseran fokus juga memengaruhi portofolio investasi Trimegah, di mana aset-aset terkait motor dengan sistem ABS yang kurang diminati akan dialihkan ke pengembangan infrastruktur pengisian daya publik di kota-kota besar.

Investor institusional, termasuk dana pensiun negara, telah menambah kepemilikan saham Trimegah sebesar 3,2% sejak pengumuman perubahan strategi, menandakan kepercayaan pada prospek pertumbuhan jangka panjang.

Kondisi pasar otomotif Indonesia masih dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan kebijakan impor, namun pergeseran ke mobil China diperkirakan dapat mengurangi ketergantungan pada komponen impor berbiaya tinggi.

Hingga akhir April, Trimegah Group tengah menyiapkan peluncuran model listrik pertama dari merek China di dealer Jakarta Selatan, dengan estimasi penjualan awal 1.200 unit dalam tiga bulan pertama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.