Media Kampung – 08 April 2026 | Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyiapkan sekitar 25.000 motor listrik untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun anggaran 2025.

Motor yang dipilih adalah model Emmo JVX GT untuk medan berat dan Emmo JVH Max untuk penggunaan perkotaan, masing‑masing dibanderol Rp56,8 juta dan Rp48,8 juta per unit.

Emmo JVX GT dilengkapi motor listrik berdaya 7.000 watt, baterai 72 V 31 Ah yang dapat ditukar, serta jarak tempuh sekitar 70 km dengan kecepatan maksimum 80 km/jam.

Dimensi motor trail tersebut berukuran 2.080 mm × 810 mm × 1.150 mm, dilengkapi ban 19 inci depan dan 18 inci belakang serta ground clearance 320 mm untuk menaklukkan jalan bergelombang.

Kapasitas angkut mencapai 200 kg, sehingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat membawa perbekalan gizi dan peralatan inspeksi dalam satu perjalanan.

Pengisian cepat memungkinkan baterai naik dari 30 % ke 80 % dalam satu jam, menjadikan motor siap beroperasi kembali di lapangan tanpa menunggu lama.

Versi skuter Emmo JVH Max memiliki kecepatan tertinggi 90 km/jam, jarak tempuh serupa 70 km, serta desain ergonomis yang lebih cocok untuk jalan aspal dan lingkungan perkotaan.

Harga Rp56,8 juta untuk motor trail jauh melampaui harga sepeda motor konvensional sekelas Honda CRF150 dan Yamaha WR155R yang diperdagangkan di kisaran Rp30‑35 juta.

Perbedaan biaya tersebut menimbulkan perbincangan publik karena satu unit motor listrik MBG lebih mahal daripada pembangunan satu unit rumah tinggal sementara (huntara) yang hanya memerlukan Rp30 juta.

Huntara, rumah tipe 36 yang disiapkan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, diperkirakan selesai dalam waktu singkat dengan biaya setengah dari motor listrik.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan bahwa hunian sementara dibangun untuk memberi perlindungan dasar, sementara motor listrik MBG dimaksudkan sebagai sarana logistik gizi yang berkelanjutan.

Pada April 2026, realisasi pengadaan motor listrik telah mencapai 21.801 unit, menyentuh 87,2 % dari target 25.000 unit yang direncanakan.

Dadan Hindayana, Kepala BGN, menyatakan motor tersebut akan mendukung mobilitas kepala SPPG dalam mengawasi distribusi makanan bergizi di wilayah dengan kondisi medan beragam.

Pemerintah menekankan bahwa motor listrik bukan sekadar kendaraan dinas, melainkan bagian dari infrastruktur ramah lingkungan yang dapat mempercepat distribusi gizi serta mengurangi emisi karbon.

Dengan harga tinggi namun dilengkapi teknologi modern, motor listrik MBG diharapkan meningkatkan efisiensi program gizi nasional meski menuai kritik terkait prioritas anggaran.

Pada akhirnya, pemerintah tetap melanjutkan pengadaan sekaligus mengevaluasi keseimbangan antara kebutuhan logistik dan penggunaan dana publik untuk infrastruktur sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.