Media Kampung – Gelandang Swedia, Yasin Ayari, menjadi bintang dalam kemenangan telak 5-1 atas Tunisia di laga perdana Grup F Piala Dunia 2026. Pemain berusia 18 tahun itu mencetak dua gol, membuka keunggulan dan menutup pesta gol Swedia di Stadion Guadalupe, Meksiko, Minggu (14/6/2026).

Ayari, yang bermain untuk klub Brighton & Hove Albion, menunjukkan performa impresif dengan torehan dua gol dari 100 menit bermain. Ia bergabung dengan Kai Havertz (Jerman) dan Folarin Balogun (AS) sebagai pemain yang telah mencetak dua gol di turnamen ini, memimpin sementara perebutan Sepatu Emas adidas.

Kemenangan Swedia juga diwarnai dengan gol cepat Mattias Svanberg yang masuk sebagai pemain pengganti. Svanberg mencetak gol hanya 18 detik setelah masuk lapangan pada menit ke-83, menjadikannya gol tercepat kedua oleh pemain pengganti dalam sejarah Piala Dunia. Rekor tersebut masih dipegang oleh Richard Morales dari Uruguay yang mencetak gol 16 detik setelah masuk pada tahun 2002.

Selain Ayari dan Svanberg, dua striker andalan Swedia, Alexander Isak dan Viktor Gyokeres, juga menyumbang gol. Isak mencetak satu gol dan dua assist, sementara Gyokeres turut mencetak gol. Pelatih Graham Potter tentu puas dengan performa timnya yang tampil dominan sejak awal.

Dengan hasil ini, Swedia memuncaki klasemen Grup F dan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen ini. Selanjutnya, Swedia akan menghadapi Belanda dan Jepang di laga-laga mendatang.

Adapun perburuan Sepatu Emas masih panjang. Jika terjadi imbang dalam jumlah gol, kriteria penentuan adalah jumlah assist, lalu menit bermain lebih sedikit. Saat ini, Ayari, Havertz, dan Balogun sama-sama mengoleksi dua gol tanpa assist, namun Balogun unggul karena hanya bermain 77 menit, lebih sedikit dari Ayari dan Havertz yang bermain 100 menit.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.